Bos Garuda Klaim Kabin Pesawat Aman dari Risiko Corona

Bos Garuda Klaim Kabin Pesawat Aman dari Risiko Corona Foto: Garuda Indonesia

PT Garuda Indonesia (Persero) menegaskan bahwa di dalam operasional penerbangan tetap memenuhi aspek keselamatan dan keamanan, termasuk dalam masa waspada pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, pun membantah informasi yang mengatakan bahwa ruangan tertutup seperti kabin pesawat dapat memicu tingkat penyebaran virus corona (Covid-19).

Baca Juga: Investor Garuda Banyak yang Lari, Ramalan Ini yang Bikin Ngeri

"Ada persepsi bahwa ruangan tertutup seperti di dalam pesawat itu sangat tidak aman. Padahal faktanya, kabin pesawat itu jauh lebih aman dari ruangan AC di rumah maupun kantor," kata Irfan di Jakarta, Jumat (24/7/2020).

Irfan mengatakan, setiap pesawat Garuda memiliki sistem penyaringan udara kabin dan partikel yang kuat, yakni dilengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter. Dengan HEPA, sirkulasi udara masuk dan keluar yang baik akan menghasilkan penyebaran udara kabin lebih efisien.

HEPA filter ini kata dia merupakan sistem yang menjaga tingkat kebersihan udara di dalam kabin. "Dengan HEPA itu, sirkulasi udaranya dibersihkan. Kemudian, perputaran udara dalam pesawat vertikal atas dan ke bawah, bukan menyebar," ujarnya.

Dengan cara kerja penyaringan HEPA, Irfan mengklaim bakteri di dalam pesawat bisa hilang hingga 99%. Selanjutnya, udara di dalam akan dipompa untuk dibuang ke luar.

Irfan menyatakan bahwa Garuda saat ini mematuhi protokol kesehatan untuk armadanya agar tidak menjadi klaster baru untuk penyebaran virus corona. Di antaranya, perseroan berkukuh untuk mengosongkan kursi tengah untuk bangku ekonomi agar tempat duduk penumpang berjarak.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini