Indonesia-Filipina Perkuat Promosi Ekonomi Kreatif

Indonesia-Filipina Perkuat Promosi Ekonomi Kreatif Foto: WE

Pemerintah Indonesia akan memperkuat kerja sama promosi di sektor ekonomi kreatif dengan Filipina. Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Frans Teguh, mengatakan bahwa industri kreatif dikenal sebagai sektor yang sangat fleksibel dan telah terbukti mampu bertahan dari beberapa krisis ekonomi.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri webinar bertajuk "Promoting Indonesia and The Philipines Cooperation in Creative Economy in the New Normal" pada Rabu (22/7/2020).

Baca Juga: Indonesia–Uzbekistan Perkuat Kerja Sama Ekonomi hingga Politik

"Mengingat semua tantangan dan peluang dari situasi saat ini dan seterusnya, webinar ini dilakukan untuk mengeksplorasi potensi kerja sama ekonomi kreatif antara Indonesia dan Filipina yang telah dibahas oleh kedua negara sejak 2019," kata Frans Teguh. 

Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf/Baparekraf, K. Candra Negara, menambahkan, ekonomi kreatif memberikan kontribusi yang besar dalam perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data pada 2017, di Indonesia terdapat 17,68 juta atau 14,61% orang Indonesia bekerja di sektor ekonomi kreatif dengan nilai ekspor sebesar US$19,84 miliar di tahun yang sama. Empat subsektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah fesyen, kuliner, kriya, dan penerbitan.

Melihat data tersebut, penting bagi Indonesia untuk dapat memperkuat posisi, khususnya di kawasan Asia Tenggara. "Dengan peningkatan kerja sama promosi di sektor ekonomi kreatif tidak hanya akan meningkatkan sektor tersebut, tapi juga menambah peluang kunjungan wisatawan," kata K. Candra Negara.

Sementara itu, President and Founder of Creative Economy Council of the Philippines Paolo Mercado mengatakan, Filipina memiliki peta jalan ekonomi kreatif yang diusulkan oleh the Creative Economy Council of the Philippines (CECP).

Filipina menargetkan dapat menjadi negara yang unggul di bidang ekonomi kreatif baik secara kuantitas dan kualitas di Asia Tenggara pada 2030. Periklanan, film, animasi, game development, dan desain akan menjadi lima sektor utama yang akan dijadikan penggerak utama ekonomi kreatif di Filipina.

"Salah satu kekuatan dari ekonomi kreatif Filipina adalah sumber daya manusia. Indonesia adalah negara potensial untuk bekerja sama dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif," pungkasnya.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini