Tensi Meninggi, Diplomat-diplomat AS Terbang ke China

Tensi Meninggi, Diplomat-diplomat AS Terbang ke China Foto: REUTERS/Jason Lee

Sejumlah diplomat Amerika Serikat (AS) terbang ke Shanghai, China, ketika Washington menjalankan rencananya untuk memulai kembali misi diplomatiknya di Negeri Tirai Bambu. Ini terjadi di tengah ketegangan kedua negara setelah AS memerintahkan agar kantor kosulat China di Houston, Texas, ditutup.

Seorang sumber mengatakan kepada Reuters, Jumat (24/7/2020), bahwa penerbangan yang membawa sejumlah diplomat AS telah meninggalkan Washington pada Rabu malam. Sumber itu mengatakan penerbangan ini telah berangkat lebih awal dari yang direncanakan.

Baca Juga: Kenapa Sih AS Ngotot Minta China Tutup Konsulatnya? Ketahuan...

Email internal Departemen Luar Negeri AS tertanggal 17 Juli, dilihat oleh Reuters, mengatakan departemen itu sedang bekerja untuk mengatur penerbangan charter ke Shanghai dari Bandara Internasional Dulles Washington yang berangkat pada hari Kamis.

Email itu mengatakan penerbangan sementara 29 Juli ke Tianjin dan Beijing sedang dalam tahap perencanaan awal dan tanggal target untuk penerbangan lain, ke Guangzhou, masih akan ditentukan.

Memo itu mengatakan prioritas diberikan untuk menyatukan kembali keluarga yang terpisah dan kepala seksi/agen yang kembali.

Saat dimintai komentar terkait laporan ini Departemen Luar Negeri AS tidak segera menanggapinya.

AS sedang berupaya untuk sepenuhnya memulihkan misinya di China, salah satu yang terbesar di dunia, yang dievakuasi pada Februari lalu karena Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus Corona baru.

Penerbangan Kamis berjalan meskipun ada langkah dramatis Washington untuk menutup konsulat China di Houston di tengah tuduhan spionase.

China memperingatkan bahwa mereka akan dipaksa untuk menanggapi langkah AS, yang telah "sangat merusak hubungan".

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini