Meski Beri Lampu Hijau ke Huawei, Prancis Ternyata Pilih Kasih...

Meski Beri Lampu Hijau ke Huawei, Prancis Ternyata Pilih Kasih... Foto: TechCrunch

Prancis baru saja memberi lampu hijau kepada Huawei, tak seperti Inggris yang tegas meminta pencabutan peralatan pada akhir 2027. Namun, kini beredar isu baru soal keputusan Prancis itu.

Mengutip Reuters, Kamis (23/7/2020), Prancis kabarnya tak bakal memperbarui lisensi peralatan Huawei jika sudah kedaluwarsa.

"Secara efektif, Prancis juga akan menghapuskan komponen teknologi Huawei dari jaringan 5G-nya," kata tiga narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Baca Juga: Tak Ikuti Jejak Inggris, Negara Ini Kasih Huawei Lampu Hijau

Baca Juga: Dimakzulkan, Bupati Jember Faida Punya Tanah Senilai Rp11 M!

Sama seperti negara lain di Eropa, Prancis juga membutuhkan dasar bagi pasar ponsel 5G; di tengah gempuran badai geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan China. AS berulang kali menuduh teknologi 5G Huawei berisiko menjadi alat spionase China, namun Huawei membantahnya berkali-kali.

Badan keamanan Siber Prancis, ANSSI mengatakan, "kami akan mengizinkan operator untuk menggunakan peralatan beragam vendor, termasuk Huawei, dengan lisensi tiga-delapan tahun." Namun, ANSSI juga menyarankan agar operator tak menggunakan peralatan perusahaan China.

Tiap operator juga perlu mengajukan lusinan lisensi untuk memasang komponen teknologi di berbagai negara bagian. Menurut narasumber, ANSSI telah menginformasikan keputusan lisensi di kota-kota besar.

"Sebagian besar otorisasi peralatan Huawei berlaku tiga-lima tahun, sedangkan mayoritas lisensi bagi Ericsson dan Nokia berdurasi delapan tahun," kata sumber yang sama.

Sekadar informasi, keputusan ANSSI belum mengudara ke publik. Namun, para operator telah menerima informasi itu dalam bentuk percakapan informal dalam beberapa bulan terakhir; menyebut kalau lisensi Huawei tak akan mendapat perpanjangan di masa depan.

ANSSI menolak berkomentar, begitu pula dengan Huawei.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini