Astronom Temukan Cara Temukan Lagi Planet Hilang, Bagaimana?

Astronom Temukan Cara Temukan Lagi Planet Hilang, Bagaimana? Foto: Unsplash/Donald Giannatti

Para astronom University of Warwick memelopori metode baru untuk melacak sebuah planet yang hilang. Metode ini dinilai dapat membuka jalan bagi deteksi dunia di dalam 'zona Goldilocks' yang dapat dihuni di tata surya nan jauh.

Zona Goldilocks mengacu pada serangkaian orbit yang memungkinkan planet mendukung air cair. Kini, astronom menemukan cara untuk mencari planet bernama NGTS-11b. Planet ini, memiliki ukuran dan massa seperti Saturnus dengan orbit tiga puluh lima hari. Planet ini adalah satu di antara ratusan dunia yang hilang.

Baca Juga: Astronom Salah Besar Soal Kelas Planet Mini-Neptunus

Dilaporkan dalam Astrophysical Journal Letters, planet bernama NGTS-11b mengorbit bintang dengan jarak 620 tahun cahaya dari Bumi. Planet ini terletak lima kali lebih dekat dibandingkan jarak matahari ke Bumi.

Dilansir di Phys.org, dijelaskan bahwa planet ini awalnya ditemukan dalam pencarian planet pada tahun 2018. Planet ditemukan oleh tim yang dipimpin Warwick menggunakan data dari teleskop TESS NASA menggunakan metode transit.

Namun, TESS hanya memindai sebagian besar langit selama 27 hari. Ini berarti banyak planet periode panjang hanya transit sekali dalam data TESS. Dan tanpa pengamatan kedua, planet ini hilang secara efektif.

Berganti Teleskop

Tim pimpinan University of Warwick menindaklanjuti salah satu planet 'hilang' ini menggunakan teleskop di Next-Generation Transit Survey (NGTS) di Chili dan mengamati bintang selama tujuh puluh sembilan malam. Akhirnya teleskop ini menangkap planet yang transit untuk kedua kalinya hampir setahun setelah transit pertama yang terdeteksi.

Dr. Samuel Gill dari Departemen Fisika di University of Warwick mengatakan bahwa dengan mengejar transit kedua ke bawah, timnya telah menemukan planet periode yang lebih panjang.

"Penemuan ini jarang terjadi tetapi penting karena mereka memungkinkan kita untuk menemukan planet dengan periode yang lebih panjang daripada yang ditemukan oleh astronom lainnya," kata Dr. Gill.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini