KPK Persilakan Wahyu Setiawan Bongkar Kecurangan Pilpres

KPK Persilakan Wahyu Setiawan Bongkar Kecurangan Pilpres Foto: Viva

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut baik langkah eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan yang mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC).

Wahyu yang kini menjadi terdakwa suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR telah mengajukan diri sebagai JC. Wahyu melalui penasihat hukumnya berjanji bakal 'bernyanyi' soal kasus suap PAW anggota DPR yang turut menjerat mantan caleg PDIP, Harun Masiku, yang hingga kini masih buron.

Termasuk membongkar pihak-pihak yang terlibat dalam kasus suap PAW. Tak hanya itu, Wahyu juga bakal membeberkan mengenai kecurangan pemilu, pilpres, dan pilkada.

Baca Juga: Suap ke Wahyu KPU, Harun Masiku Sudah Siapkan Dana Tak Terbatas

Ditanya hal itu, Plt Jubir KPK, Ali Fikri, mengatakan pihaknya mempersilakan Wahyu untuk mengajukan diri sebagai JC. KPK, kata Ali, akan mempertimbangkan dan menganalisis pengajuan tersebut sesuai dengan fakta-fakta di persidangan.

Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 tahun 2011 menyebutkan sejumlah syarat untuk mendapat status JC di antaranya mengakui kejahatan yang dilakukannya, bukan pelaku utama dalam kejahatan tersebut, mengungkap pelaku-pelaku lain yang memiliki peran lebih besar.

"Silakan saja jika memang mau mengajukan diri sebagai JC dan KPK akan mempertimbangkan serta menganalisisnya sesuai fakta-fakta di persidangan," kata Ali Fikri saat dikonfirmasi.

Ali menjelaskan, jika permohonan JC dikabulkan majelis hakim, hal tersebut akan meringankan hukuman Wahyu Setiawan apabila dinyatakan bersalah menurut hukum. Namun, jika JC tidak dikabulkan, KPK meminta Wahyu Setiawan untuk menjadi whistle blower yang mengungkap kasus-kasus dugaan korupsi lainnya.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini