Sedih, LSF Akui Film Khusus Anak-anak Masih Sedikit karena...

Sedih, LSF Akui Film Khusus Anak-anak Masih Sedikit karena... Foto: Unsplash/Alex Litvin

Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Rommy Fibri Hardiyanto mengatakan, film khusus untuk anak-anak masih sedikit. Demikian juga dengan sinema yang bisa ditonton oleh semua umur.

"Data LSF 2019 menunjukkan film untuk semua umur atau yang bisa ditonton oleh anak masih sedikit, hanya sekitar 10 hingga 14 persen saja," ujar Rommy dalam seminar "Upaya Strategi Pemajuan Film Anak Indonesia" di Jakarta, Kamis.

Baca Juga: Zoe Kravitz Gak Sabar Lanjutkan Syuting Film The Batman

Rommy menjelaskan, insan perfilman lebih senang membuat film untuk kategori remaja dibandingkan untuk anak. Sebab, ada perspektif yang menyebutkan film untuk kategori anak tidak laku di pasaran.

"Secara bisnis, banyak yang tidak mau masuk. Pertimbangannya macam-macam, salah satunya ekonomi," tuturnya.

Rommy menyebut, insan perfilman menganggap bahwa film kategori remaja lebih menguntungkan dibandingkan film anak-anak, karena spektrumnya lebih luas, meskipun jumlah anak-anak lebih banyak.

Di lain sisi, menurut Rommy, tidak banyak orang tua yang mau menemani anaknya menonton film untuk kategori anak-anak.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini