Pakar Temukan Jejak Kehidupan 26 Ribu Tahun Lalu di Amerika Utara

Pakar Temukan Jejak Kehidupan 26 Ribu Tahun Lalu di Amerika Utara Foto: Live Science/Oscar Nilsson

Ilmuwan menemukan ratusan alat-alat batu di situs di Meksiko. Penemuan ini menjadi bukti bahwa manusia telah hidup di Amerika setidaknya 10.000 tahun lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Rabu (22/7/2020) mengungkap bahwa Amerika Utara kemungkinan telah dihuni oleh manusia sejak 26.500 tahun yang lalu. Ini jauh lebih awal daripada kebanyakan ilmuwan yakini.

Baca Juga: Pedang-pedang Legendaris Sepanjang Sejarah Manusia

Penemuan ini muncul dari analisis alat-alat hasil galian dari sebuah gua di Meksiko tengah. Penemuan ini menunjukkan bukti kuat bahwa manusia telah hidup di Amerika Utara sekitar 15.000 tahun lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature ini berfokus pada artefak --termasuk 1.900 alat-alat batu– yang ditemukan di bagian ketinggian Gua Chiquihuite.

Alat batu yang diimpor

Alat-alat batu yang ditemukan tersebut memperlihatkan sebuah “kemajuan teknologi”, yang diyakini oleh penulis studi dibawa dari tempat lain.

“Hasil penelitian kami memberikan bukti baru terkait kekunoan manusia di Amerika,” kata Ciprian Ardelean, seorang arkeolog di Universidad Autonoma de Zacatecas yang juga penulis utama studi tersebut.

Ardelean mengatakan bahwa hasil penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa beberapa artefak memiliki rentang usia 33.000 hingga 31.000 tahun. Namun, ilmuwan masih berusaha memverifikasi hal tersebut.

Tidak ada jejak tulang manusia atau DNA yang ditemukan di situs galian.

“Sangat mungkin bahwa manusia menggunakan situs ini secara relatif konstan, mungkin dalam episode musiman berulang dari siklus migrasi yang lebih besar,” kata penelitian itu menyimpulkan.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini