Miliarder AS Bakal Kena Pajak Baru, Parlemen: Sudah Saatnya

Miliarder AS Bakal Kena Pajak Baru, Parlemen: Sudah Saatnya Foto: Shutterstock

Para miliarder di Amerika Serikat (AS) akan dikenakan pajak baru. Hal itu dicetuskan oleh pemerintahan New York yang berencana mengenakan pajak baru terhadap miliarder yang kekayaannya USD5,5 miliar per tahun (Rp80,3 triliun).

Hal tersebut sesuai dengan aturan pajak baru yang diusulkan para legislatif New York. Dilansir dari CNBC di Jakarta, Kamis (23/7/2020) pajak menjadi bagian dari kampanye baru oleh para anggota parlemen dan aktivis.

Baca Juga: Korsel Resesi, Corona Justru Bawa Miliardernya Panen Rejeki

Dalam kampanye baru tersebut akan dikenakan pajak capital gain kepada penduduk New York dengan aset USD1 miliar atau lebih.

Dana USD5,5 miliar per tahun akan digunakan untuk dana asuransi pengangguran bagi mereka yang terkena dampak pandemi Covid-19. Menurut para anggota parlemen, defisit USD13 miliar memerlukan peningkatan pendapatan dari orang-orang kaya.

"Sudah waktunya untuk berhenti melindungi miliarder, dan sekarang saatnya untuk mulai bekerja untuk keluarga pekerja," kata Rep. Alexandria Ocasio-Cortez, D-N.Y.

Saat ini, wajib pajak membayar pajak capital gain atas aset hanya ketika mereka menjualnya. Dalam kebijakan baru nanti, akan dikenakan pajak atas setiap kenaikan nilai aset selama tahun kalender, terlepas dari apakah itu dijual.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini