Kasus Berlipat, Pembunuh George Floyd Didakwa Penggelapan Pajak

Kasus Berlipat, Pembunuh George Floyd Didakwa Penggelapan Pajak Foto: Reuters/Carlos Barria

Mantan polisi yang menjadi tersangka pembunuhan George Floyd kembali didakwa. Media Amerika Serikat (AS) melaporkan Derek Chauvin yang kini sedang menunggu persidangan kasus Floyd didakwa atas penggelapan pajak.

Dilansir Independent pada Kamis (23/7/2020), Star Tribune melaporkan kali ini Chauvin didakwa bersama istrinya Kellie Chauvin. Masing-masing menerima sembilan dakwaan penipuan pajak.

Baca Juga: Pengadilan Minneapolis Tetapkan Uang Jaminan Rp14 Miliar buat Pembunuh George Floyd, Derek Chauvin

Selama enam tahun pasangan Chauvin itu tidak melaporkan pendapatan bersama mereka sebesar 464.433 dolar AS. Utang pajak mereka 21.853 dolar tapi berikut pajak dan denda menjadi 37.868 dolar.

Enam dakwaan melibatkan persengkongkolan pemalsuan pengembalian pajak sejak tahun 2014. Tiga dakwaan lainnya tidak melaporkan pajak pada tahun 2017, 2018, dan 2019. 

Chauvin yang kini berada di dalam sel didakwa pembunuhan tingkat dua dan penghilangan nyawa atas perannya dalam pembunuhan Floyd, laki-laki kulit hitam yang kematian memicu gelombang unjuk rasa di seluruh AS. Jaksa Pete Orput mengatakan penyelidikan mengenai penggelapan pajak dilakukan sebelum kematian Floyd.

Orput mengatakan penggelapan pajak 'tidak istimewa'. Mereka tidak mendaftarkan mobil BMW sport di Florida di mana mereka memiliki rumah.

Dalam penggeledahan di rumah pasangan itu, pihak berwenang menemukan dokumen-dokumen pajak dan catatan finansial lainnya. Rumah ayah Chauvin juga digeledah karena ia yang mempersiapkan pengembalian pajak pasangan itu sebelumnya.

Penyidik mewawancarai Chauvin bersama akuntannya berdasarkan gugatan pengembalian pajak yang hilang sudah diserahkan, tapi tidak lengkap atau sesuai.

Sejak Chauvin ditahan atas pembunuhan Floyd, istri mantan polisi itu sudah mengajukan cerai. Tapi karena dakwaan pajak ini ia masih menghubungi suaminya di dalam penjara.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini