Kemendag Resmikan Gudang Ayam Karkas Beku di Bekasi

Kemendag Resmikan Gudang Ayam Karkas Beku di Bekasi Foto: Mochamad Rizky Fauzan

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto meresmikan gudang Sistem Resi Gudang (SRG) komoditas ayam karkas beku di gudang SRG milik PT Atma Mulya Jaya (PT AMJ) yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (22/7/2020).

Pada peresmian tersebut, dia berharap keberadaan SRG ayam karkas beku di Bekasi menjadi embrio bagi pelaksanaan SRG komoditas ayam karkas beku di daerah lainnya.

"Dengan memanfaatkan SRG, para peternak mandiri dapat mendukung tata kelola usaha peternakan dan memberikan nilai tambah bagi usaha mereka. Pemanfaatan SRG ini ke depannya juga dapat memberikan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor peternakan ayam," ujar Mendag Agus.

Baca Juga: Pertamina Disanjung-sanjung Opung Luhut

Mendag Agus menegaskan, SRG berpotensi memberikan kontribusi signifikan dalam membangun perdagangan dan industri yang berbasis sumber daya lokal. Sebab, SRG menawarkan mekanisme terbukanya akses pasar atas tersedianya informasi mengenai ketersediaan, sebaran, mutu dan nilai komoditas.

Implementasi SRG yang semakin meluas juga akan membawa manfaat besar bagi perekonomian nasional yang saat ini terpukul akibat pandemi Covid-19. Mengingat selama pandemi berlangsung, banyak pelaku usaha komoditas, baik pangan, peternakan, maupun perkebunan mengalami kesulitan arus kas (cash flow) dalam menyerap komoditas petani/peternak. Selain itu, permintaan komoditas, baik di luar maupun dalam negeri juga menurun.

"Saya meyakini pemanfaatan SRG sebagai instrumen manajemen stok dan pembiayaan akan menggerakkan berbagai usaha. Mulai dari produsen komoditas, transportasi, pergudangan, pembiayaan, hingga lini produksi terkecil yang akan mendorong roda ekonomi berputar kembali untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia," ucapnya.

 

Agus menambahkan, tersedianya akses terhadap informasi di dalam resi gudang juga berdampak pada kemudahan memeroleh pembiayaan komoditas yang kompetitif. Sekaligus memungkinkan adanya manajemen risiko harga yang lebih efektif dan transparan.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini