Dolar AS Sudah Babak Belur, Apresiasi Rupiah Ikut Luntur

Dolar AS Sudah Babak Belur, Apresiasi Rupiah Ikut Luntur Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terkikis signifikan hingga nyaris berbalik menjadi depresiasi pada Selasa, 21 Juli 2020. Sampai dengan pukul 14.30 WIB, kekuatan rupiah hanya tersisa 0,09% ke level Rp14.776 per dolar AS.

Jika dibandingkan sebelumnya, performa rupiah jauh menurun jelang penutupan pasar sore ini. Pasalnya, rupiah pagi tadi sempat menguat hingga ke level terbaiknya di angka Rp14.711 per dolar AS. 

Baca Juga: Pabrik China Hijrah ke Indonesia, Lapangan Kerja Bisa Tumpah Ruah

Kabar buruknya lagi, rupiah juga saat ini melemah di hadapan dua mata uang global lainnya, yakni dolar Australia (-0,35%) dan poundsterling (-0,25%). Di hadapan euro pun, apresiasi rupiah sangat tipis, yakni hanya 0,04%. 

Baca Juga: Emiten Milik Prajogo Pangestu Utang Triliunan Rupiah ke Bank DBS

Baca Juga: Tajir Melintir! Djokosoetono Borong Saham BIRD Rp300 Juta Lebih!

Minimnya sentimen membuat rupiah bergerak variatif di hadapan mata uang regional. Tak lagi menjadi yang terbaik, rupiah harus keok terhadap dolar Taiwan (-0,16%), won (-0,16%), dan baht (-0,15%). Untungnya, rupiah masih tampil lebih baik daripada dolar Singapura (0,21%), ringgit (0,14%), dolar Hong KOng (0,10%), yuan (0,09%), dan yen (0,09%).

Asal tahu saja, hampir semua mata uang Asia tengah menekan dolar AS secara bersamaan. Alhasil, mata uang safe haven itu pun memerah atas dolar Taiwan, baht, won, dolar Hong Kong, dan rupiah.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini