Cepat Ganti Sandi Twitter, Kasus Pekan Lalu Jadi Tanda Peringatan

Cepat Ganti Sandi Twitter, Kasus Pekan Lalu Jadi Tanda Peringatan Foto: Unsplash/Sara Kurfeß

Twitter mengungkapkan kabar baru soal penyelidikan terbaru dari insiden pembajakan sejumlah akun ternama, seperti Barack Obama, Joe Biden, Bill Gates, Elon Musk, dan Jeff Bezos pada pekan lalu.

Karena tingginya sorotan terhadap kasus itu, Twitter menerbitkan pembaruan penyelidikan secara harian. Apa saja temuan baru dari investigasi perusahaan itu?

Mengutip laman ZDnet, Senin (20/7/2020), berikut ini sejumlah pembaruan dari investigasi Twitter terhadap kasus pembajakan yang terjadi pada Rabu (15/7/2020).

Baca Juga: Donald Trump Bikin 'Ulah' Lagi di Twitter, Tweet-nya Jadi Sasaran

Baca Juga: China Marah Soal Putusan Inggris ke Huawei, Riset: PDB Bisa Turun

- Twitter mengklaim, peretas menggunakan rekayasa sosial guna mendapat akses ke akun karyawannya.

New York Times menyebut, peretas membajak akun Slack karyawan dan menemukan kredensial untuk backend Twitter. Kabar ini belum Twitter konfirmasi.

- Twitter menyebut, peretas menembus perlindungan dua faktor, tetapi tak menyebut apakah itu merujuk pada akun backend atau Slack?

- Setelah peretas mengakses backend Twitter, mereka pun memiliki alat teknis untuk berinteraksi dengan akun-akun Twitter.

- Peretas berinteraksi dengan 130 akun, menurut perusahaan.

- Parahnya, ada 45 akun yang menjadi korban pembajakan dan menjadi tempat peretas mencuitkan penipuan mata uang kripto.

- Twitter menyebut, peretas mencoba menjual akses ke sejumlah akun Twitter yang menjadi korban pembajakan.

- Ada 8 akun yang datanya telah peretas unduh lewat fitur 'Data Twitter Anda'. Sayangnya, tak ada satupun nama akun itu yang Twitter sebutkan.

- Twitter tak merinci jenis data yang peretas unduh, apakah pesan pribadi termasuk di dalamnya?

- Perusahaan mengaku sudah menghubungi delapan pemilik akun.

- Twitter melakukan pemblokiran akun terverifikasi saat melakukan penyelidikan. Setelahnya, perusahaan juga memblokir sejumlah pengguna dari pengaturan ulang kata sandi demi mencegah pengambilalihan akun oleh peretas.

- Peretas berhasil melihat informasi seperti alamat surel dan nomor telepon akun yang menjadi korban pembajakan.

- Investigasi penegakan hukum sedang berlangsung.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini