Sekjen Serukan Reformasi Dewan Keamanan PBB, IMF, dan Bank Dunia

Sekjen Serukan Reformasi Dewan Keamanan PBB, IMF, dan Bank Dunia Foto: Un.org

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menuding kekuatan dunia atau negara-negara maju mengabaikan ketidaksetaraan dalam institusi global.

Namun, dia mengungkapkan, pandemi corona justru mampu menciptakan “kesempatan umum” untuk membangun kesetaraan lebih luas dan dunia yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga: PBB Minta Sumbangan Rp152 Triliun buat Cegah Bencana Kelaparan

Itu disampaikan Guterres dalam kuliah tahunan Nelson Mandela Foundation melalui internet. Dia menekankan perlunya New Global Deal untuk menjamin kekuasaan, kekayaan, dan kesempatan untuk dibagi secara adil serta lebih luas pada level internasional.

“Negara-negara yang berada di atas selama lebih dari tujuh dekade telah menolak berkontemplasi mereformasi untuk mengubah hubungan kekuasaan di institusi internasional,” ujar Guterres.

“Komposisi dan pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB dan dewan Bretton Woods menjadi hal yang menjadi sasaran,” ujarnya.

Sistem Bretton Woods termasuk Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia. Guterres pun menyerukan ketidaksetaraan itu memang harus direformasi. Dia mengungkapkan, pandemi telah mengungkap mereka semua.

“Seperti sinar-x, keretakan tulang di masyarakat yang sudah dibangun telah terlihat,” katanya.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini