Balmerol Siap Produksi 9 Juta Liter Pelumas per Tahun

Balmerol Siap Produksi 9 Juta Liter Pelumas per Tahun Foto: Balmer Lawrie Indonesia

Besarnya pasar di Indonesia menarik sejumlah produsen dari luar untuk memasarkan produknya di dalam negeri. Termasuk dalam kebutuhan pelumas, Indonesia dipandang memiliki potensi yang sangat besar.

Potensi itu dapat dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS); dalam dua tahun terakhir saja ada 146.858.759 unit kendaraan bermotor. Dari jumlah tersebut, 120.101.047 unit di antaranya adalah sepeda motor. Sementara, data mobil penumpang (passenger car) dua tahun terakhir sudah mencapai 16.440.987 unit, di mana setiap tahun diperkirakan terjadi penambahan 1 juta unit.

Baca Juga: Otomotif Masih Tahan Banting, Aktivitas Tukar Tambah Mobil Melambung

Belum lagi soal bus dan mobil barang. Ada 2.538.182 unit bus dan 7.778.544 unit mobil barang yang beroperasi di dalam negeri. Ini semua adalah gambaran besar pasar oli, baik oli motor, oli mobil penumpang, juga oli commercial vehicle (bus dan mobil barang).

Salah satu produsen pelumas yang tertarik dengan potensi tersebut adalah produses pelumas dari India, PT Balmer Lawrie & Co Ltd, yang menjalin kerja sama dengan PT Imani Wicaksana asal Indonesia dan membuat perusahaan patungan PT Balmer Lawrie Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan pelumas di Indonesia, perusahaan ini pun siap memproduksi sebanyak 9 juta liter pelumas per tahun, melalui pabriknya di Cikande, Serang Banten.

Rudy Issudirman, Head of Retail Sales & Marketing PT Balmer Lawrie Indonesia, mengungkapkan, menjawab besarnya pasar pelumas di Indonesia, PT Balmer Lawrie Indonesia (BLI) meluncurkan empat seri oli kendaraan roda dua. Peluncuran empat serial produk ini merupakan langkah perdana PT BLI tahun 2020 dalam memasuki pasar otomotif dalam negeri yang nantinya juga akan merambah ke langkah berikutnya yaitu oli kendaraan roda empat atau lebih.

Adapun empat seri yang diluncurkan tahun ini, yaitu MCO Matic Balmerol Superstar SAE 10W30, MCO Matic Balmerol Superstar SAE 20W40, MCO NonMatic Balmerol Race 4T Champion Choice SAE 20, serta MCO NonMatic Balmerol Race 4T Champion Choice SAE 10W40. Semuanya dalam kemasan botol 800 ml.

MCO Matic Balmerol Superstar SAE 10W30 bisa diaplikasikan untuk semua tipe motor matic terutama merk HONDA yang merekomendasikan pemakaian oli SAE 10W 30 ini. Pengguna motor 4 tak termasuk jenis skuter juga diakomodasi BLI melalui produk MCO Matic Balmerol Superstar SAE 20W40. Sementara untuk motor nonmatic, produk oli unggulan BLI adalah MCO NonMatic Balmerol Race 4T Champion Choice SAE 20W50 dan MCO NonMatic Balmerol Race 4T Champion Choice SAE 10W40.

Keunggulan yang ditawarkan dari produk tersebut adalah untuk MCO (Motorcycle Oil), PCO (Passenger Car Oil) dan CVO (Commercial Vehicle Oil) semuanya telah memiliki SNI. Keistimewaannya, SNI produk Balmerol dikeluarkan oleh Tuv Nord Group, penyedia layanan teknis yang berkantor pusat di Hannover, Jerman. Lembaga yang didirikan tahun 1869 ini bekerja melakukan validasi keamanan produk dan layanan yang terkait aspek keselamatan, material, dan lingkungan.

Dengan demikian, produk oli Balmerol sudah memenuhi standar keselamatan, kesehatan, dan keamanan yang merupakan acuan pemenuhan regulasi; bukan saja dalam skala industri nasional, tapi juga internasional. Sebagaimana diketahui, sejak September 2019 lalu pemerintah telah mewajibkan SNI melalui Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 25 tahun 2018 tentang Pemberlakukan Standar Nasional Indonesia Pelumas Secara Wajib.

Kedua,  produk oli motor dari Balmerol menggunakan WOW technology yang bukan saja menghasilkan engine yang bersih, tapi juga kinerja kopling yang baik, perpindahan gigi yang mulus, lebih hemat bahan bakar, juga perlindungan mesin, clutch dan gear secara menyeluruh.

Diakui, akibat dampak pandemi Covid-19, bisnis oli mengalami masa yang tidak menyenangkan. Namun, sebagaimana kampanyenya tahun lalu, pada 2020 ini PT BLI tetap mengusung konsep "Endless Innovation for Customer Benefit" sebagai bentuk konsistensi layanan solusi produk dan services secara menyeluruh.

"Penurunan bisnisnya berkisar 30%-50% pada triwulan kedua ini. Tentu menjadi tantangan tersendiri bagi semua pebisnis yang mengambil pasar retail, termasuk kami," ungkap Rudy.

Meskipun prediksi kondisi bisnis baru benar-benar pulih di triwulan kedua tahun depan, BLI tetap optimistis bahwa produk mereka akan direspons pasar dengan baik, termasuk keterserapan produk-produk oli Balmerol. Saat ini, BLI akan memulainya lebih dulu dengan meluncurkan oli motor, baik untuk yang matic maupun nonmatic.

"Beberapa bulan dari sekarang, kami segera meluncurkan oli mobil (passenger car oil) yang tentunya juga telah memiliki SNI," imbuh Rudy.

Untuk penjualannya, saat ini BLI berfokus di Pulau Jawa dengan pertimbangan bahwa populasi outlet dan jumlah otomotif retail itu sekitar 80%-nya ada di Pulau Jawa. Perusahaan juga bekerja sama dan terus ingin menambah jumlah mitra distribusi, terutama yang memiliki jaringan luas untuk produk otomotif. Selain itu, perusahaan juga sedang dalam proses melakukan kerja sama dengan beberapa penyedia platform digital.

"Kami sangat terbuka jika ada pihak-pihak yang ingin menjadi mitra distribusi produk oli Balmerol," jelas Rudy.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini