Misi Bersejarah UAE di Mars Tertunda karena Fenomena Ini

Misi Bersejarah UAE di Mars Tertunda karena Fenomena Ini Foto: Reuters/Via Dawn

Misi Uni Emirat Arab (UEA) ke Mars terpaksa harus ditunda. Dilansir dari Khaleej Times, penundaan ini diumumkan Selasa, (14/7/2020). Peluncuran misi ke Mars akan dijadwalkan ulang pada Jumat (17/7/2020), pukul 12.43 waktu UEA. Awalnya, misi ke Mars dijadwalkan pada tanggal 15 Juli.

Peluncuran bersejarah ini harus ditunda karena cuaca buruk di Tanegashima Space Center, Jepang. Wahana milik UAE ini memang akan diluncurkan dari sana.

Baca Juga: Peluncuran Robot Penjelajah MARS oleh NASA Ditunda

Misi UEA akan membantu para ilmuwan dalam memahami masa lalu serta kelayakhunian planet. Misi dari negara Timur Tengah ini adalah yang pertama kalinya dilakukan untuk menangkap gambaran lengkap atmosfer Mars untuk mengungkap petunjuk tentang kehidupan kuno di Mars.

Bruce Jakosky, Profesor Ilmu Geologi di University of Colorado Boulder dan Associate Director for Science untuk Laboratorium Fisika Atmosfer dan Antariksa (LASP), dan anggota tim sains untuk misi ini berharap dapat menemukan jawaban untuk pertanyaan mengenai Planet Merah tersebut selama ini.

"Kami mengirim banyak pesawat ruang angkasa ke Mars, sistem lingkungan Mars adalah sistem yang sangat rumit dan merupakan sistem yang tidak dapat dieksplorasi dengan pesawat ruang angkasa tunggal. Misi Emirates Mars dibanguny di atas semua misi yang telah ada sebelumnya,” ujar Jakosky seperti dilansir Inverse, Senin (14/7/2020).

Meski Mars saat ini diketahui sebagai dunia yang kering dan sepi, para ilmuwan meyakini bahwa planet itu pernah bereda dalam kondisi yang hangat dan basah, berpotensi sebagai tempat kehidupan.

Untuk membantu membuka petunjuk tentang masa lalu Mars, para ilmuwan perlu memahami proses dimana Planet Merah kehilangan atmosfernya selama jutaan tahun melalui proses yang dikenal sebagai pelarian atmosfer (atmospheric escape).

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini