Dana Internasional BNI Terkumpul hingga Rp62 Triliun

Dana Internasional BNI Terkumpul hingga Rp62 Triliun Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Pendanaan untuk bisnis internasional yang dihimpun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sampai dengan akhir semester I tahun ini mencapai Rp62 triliun. Dalam lima tahun terakhir, BNI mencatatkan pertumbuhan international funding sebesar 27,7% per tahun (Compounded Annual Growth Rate/CAGR).

Direktur Tresuri dan Internasional BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, pendanaan internasional BNI tersebut selain bersumber dari penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) para nasabah Kantor BNI Cabang Luar Negeri (KCLN) di enam negara, juga berasal dari kemampuan BNI mengoptimalkan kerja sama dengan lebih dari 1.300 bank koresponden di seluruh dunia.

Bank-bank koresponden tersebut membantu BNI menghimpun pendanaan non-konvensional.

Baca Juga: Penjualan Obligasi ORI017 via Welma BCA Cetak Rekor

"Kerja sama dengan bank-bank koresponden antara lain dalam bentuk pendanaan Club Deal senilai US$500 juta antara BNI KCLN London dengan beberapa bank di Eropa dan Asia. KCLN juga memeroleh fasilitas Bankers' Acceptance, yaitu pendanaan berbasis transaksi Trade Finance, dari bank-bank koresponden di negara KCLN tersebut berada," ujar Putrama di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Menurut Putratama, pendanaan KCLN akan mengutamakan pertumbuhan DPK dengan tetap memperhatikan ketentuan perbankan yang berlaku di Indonesia, antara lain terkait utang luar negeri (ULN) jangka pendek.

"Adapun strategi pendanaan non-konvensional akan dilakukan dengan melihat perkembangan kredit dan DPK serta dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar," pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini