Melonjak, Kasus Corona di Negeri Vladimir Putin Tembus 700 Ribu

Melonjak, Kasus Corona di Negeri Vladimir Putin Tembus 700 Ribu Foto: Reuters/Anton Vaganov

Rusia mencatat 6.615 kasus baru virus corona baru atau Covid-19, Minggu (12/7/2020) waktu setempat. Angka baru itu menjadikan jumlah total kasus di seluruh negeri yang dikonfirmasi menjadi 727.162.

Sebanyak 130 pasien Covid-19 meninggal dunia dalam 24 jam terakhir hingga Minggu (12/7/2020). Jumlah keseluruhan orang yang meninggal karena virus di seluruh Rusia menjadi 11.335.

Baca Juga: AS-Rusia Adu Balap Satelit Militer di Luar Angkasa, Siapa Menang?

Wakil perdana menteri Rusia Tatiana Golikova mengatakan, Rusia akan memulai negosiasi dengan negara-negara lain untuk memulai kembali penerbangan internasional mulai 15 Juli.

"Penerbangan akan diizinkan untuk daftar negara tertentu di mana kasus Covid-19-nya tidak melebihi 40 per 100 ribu orang, di mana peningkatan harian rata-rata dalam kasus baru tidak lebih tinggi dari 1 persen persen, dan di mana kedua negara sepakat untuk melanjutkan koneksi udara," kata dia dilansir laman Moskow Times, Minggu (12/7/2020).

Moskow mencabut pembatasan termasuk izin perjalanan wajib pada 8 Juni, langkah yang disambut oleh warga dengan bergegas keluar untuk menikmati jalan-jalan dan menikmati taman di luar rumah. Banyak daerah lain mencabut pembatasan menjelang pemungutan suara nasional 1 Juli meskipun terjadi pandemi.

Tingkat kematian resmi Rusia yang rendah menuai kritik. Pihak berwenang dituduh mengecilkan skala krisis. Rusia mengaitkan angka kematian virus yang lebih rendah dengan pengujian massal yang telah mengidentifikasi banyak kasus dengan gejala Covid-19 ringan atau tidak.

Kementerian Kesehatan kini tengah menyesuaikan cara melaporkan angka untuk memasukkan semua kematian yang diyakini terkait dengan virus bahkan jika penyebab langsung kematian adalah kondisi lain atau pasien dinyatakan negatif.

Mantan menteri keuangan Alexei Kudrin, seorang politisi liberal yang dikenal karena komentarnya yang blak-blakan, mengatakan sistem kesehatan Rusia membutuhkan lebih banyak dana dan modernisasi di banyak daerah.

"Pasokan obat-obatan secara signifikan kekurangan dana dan juga membutuhkan perombakan serius," ujar Kudrin, yang mengepalai Kamar Audit yang memeriksa pengeluaran pemerintah kepada TASS.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini