Langgar Protokol, China Hukum Mati Pria yang Juga Tikam Petugas

Langgar Protokol, China Hukum Mati Pria yang Juga Tikam Petugas Foto: (Foto: Reuters)

Seorang pria penikam dua orang di pos pemeriksaan di Provinsi Yunnan, dieksekusi mati pada Kamis (9/7/2020). Insiden ini terjadi saat pelaku Ma Jianguo mengemudi bersama teman-temannya ke sebuah desa di Provinsi Yunnan untuk berpesta karaoke.

Dalam perjalanan, Ma dan teman-temannya harus melewati sebuah pos pemeriksaan untuk memastikan bahwa mereka tidak terinfeksi virus Corona. Salah satu teman Ma mencoba untuk mengangkat penghalang jalan dan memicu perselisihan dengan penjaga di pos pemeriksaan tersebut.

Baca Juga: Ada Seruan Damai dari China buat AS, Terungkap Maksudnya

Ma kemudian menusuk dua sukerelawan yang menjaga pos pemeriksaan di bagian perut sebanyak beberapa kali. Pengadilan mendakwa Ma atas kasus pembunuhan.

Insiden tersebut terjadi pada Februari ketika puluhan juta warga Cina sedang menjalani lockdown karena pandemi virus Corona. Eksekusi terhadap Ma diyakini sebagai yang pertama dilakukan untuk pelanggaran terkait pandemi.

"Selama tanggap darurat kesehatan masyarakat tingkat satu di provinsi Yunnan, Ma Jianguo menolak untuk mematuhi kebijakan pencegahan dan pengendalian epidemi, serta langkah-langkah pengendalian lalu lintas," ujar putusan pengadilan, dilansir South China Morning Post.

Sejak pandemi virus Corona merebak di Wuhan, Cina pada akhir tahun lalu. Pengadilan Cina telah mendakwa ratusan orang dengan pelanggaran yang terkait krisis kesehatan. Di antaranya, menyebarkan hoaks tentang penularan virus, menyembunyikan gejala infeksi, dan tidak mematuhi pedoman kesehatan.

Di Beijing, sebanyak 113 orang telah didakwa dengan kejahatan terkait pandemi sejak Juni. Pihak berwenang China menggunakan tuduhan "desas-desus" yang tidak jelas untuk membungkam informasi mengenai virus Corona. Salah satunya menimpak seorang dokter asal Wuhan, Li Wenliang.

Li telah memperingatkan rekan-rekan sesama petugas medis untuk waspada terhadap virus Corona pada akhir Desember 2019. Namun, dia mendapatkan teguran dari otoritas setempat bersama dengan tujuh orang lainnya. Li telah meninggal dunia karena infeksi virus Corona.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini