HSBC: Jangan Sendiri-sendiri, Asean Bersatu Kuat Lawan Covid-19

HSBC: Jangan Sendiri-sendiri, Asean Bersatu Kuat Lawan Covid-19 Kredit Foto: Sufri Yuliardi

HSBC secara khusus menekankan pentingnya perdagangan dan keterbukaan digital dan menghubungkan upaya-upaya stimulus fiskal di wilayah Asia Tenggara dengan tujuan pembangunan berkelanjutan secara global.

Komisaris Utama PT Bank HSBC Indonesia, Matthew Lobner menggarisbawahi bahwa pihaknya mendukung inisiatif negara-negara anggota Asean untuk memperkuat upaya bersama dalam mengatasi dampak ekonomi Covid-19.

"Ketika Asia Tenggara mulai dibuka kembali, negara-negara anggota Asean tidak dapat mengupayakan pemulihan ekonomi secara terpisah. Alasannya sederhana, Asia Tenggara selalu lebih kuat saat bersatu ketimbang berjalan sendiri-sendiri," ujarnya di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Baca Juga: Disuntik Rp10 Triliun, Bank Mandiri Fokus Garap 2 Sektor Ini

Rantai pasokan yang terjalin kuat di kawasan ini--mencakup produk elektronik, mobil, tekstil dan pakaian--telah berkembang karena kemampuan Asean dalam mengurangi tarif perdagangan dan investasi di antara 10 negara anggota. Hasilnya telah membawa lebih dari 650 juta penduduk wilayah ini menuju kemakmuran.

"Untuk membangun pemulihan ekonomi dan ketahanan rantai pasokan, HSBC menyarankan tiga pilar reformasi; arus perdagangan dan investasi, konektivitas digital, dan menghubungkan proyek pembangunan bangsa dengan tujuan pembangunan berkelanjutan serta komitmen iklim yang disepakati secara global," jelasnya.

HSBC pun mendukung penghapusan berkelanjutan terhadap hambatan non-tarif (non-tarrif barriers) yang menjamur di Asia Tenggara, serta adopsi mekanisme dan perjanjian dagang yang akan memungkinkan arus perdagangan yang lebih bebas.

Hal ini termasuk penghapusan hambatan non-tarif (non-tarrif barriers), seperti meningkatkan batas minimum barang yang wajib memiliki Surat Keterangan Asal (mengurangi birokrasi bagi bisnis yang sudah di bawah tekanan), dan membuat proses bea cukai otomatis.

Kemudian penerapan Asean Single Window, dan secara resmi menandatangani dan meratifikasi Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership) yang telah disepakati yang mencakup 30% populasi dunia dan 29% PDB dunia (termasuk semua negara Asean).

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini