Tak Gentar Meski Pandemi, Harga CPO Tetap Torehkan Prestasi!

Tak Gentar Meski Pandemi, Harga CPO Tetap Torehkan Prestasi! Foto: Antara/Irwansyah Putra

Tak dapat dimungkiri, selama kuartal II-2020, tren ekonomi dari sejumlah sektor industri maupun non-industri lokal hingga global mencatatkan nilai rendah bahkan minus. Kegiatan perekonomian menjadi terganggu bahkan lumpuh akibat kebijakan karantina wilayah (lockdown) yang diterapkan negara-negara dunia demi memutus rantai penyebaran infeksi Covid-19. Meski demikian, instrumen new normal yang diterapkan pemerintah Indonesia setidaknya telah membawa angin segar terhadap pergerakan perekonomian yang sebelumnya sempat "tertidur".

Bukan soal angkuh atau sombong, di tengah ketatnya kebijakan PSBB hingga pemberlakuan instrumen new normal saat ini, industri perkebunan kelapa sawit masih survive and stay on the line dalam menghadapi wabah Covid-19 yang tidak berkesudahan.

Baca Juga: Juli 2020: BK CPO Kembali US$0/MT, Biji Kakao 5 Persen

Buktinya, kegiatan produksi di perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit masih beroperasi normal dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan yang telah diterbitkan pemerintah Indonesia. Berbekal kondisi tersebut, pada caturwulan I-2020, kelapa sawit mampu mencatatkan nilai ekspor sebesar US$6,96 miliar atau 9,2 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Tidak hanya itu, berdasarkan data CIF Rotterdam juga diketahui bahwa rata-rata harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada kuartal II-2020 yakni sebesar US$568,38 per MT. Nilai ini 10,4 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2019 lalu, sebesar US$514,8 per MT.

Mulai membaiknya harga CPO saat ini mengekor harga minyak mentah dunia yang kembali berada di kisaran US$40/barel. Saat harga minyak mentah makin mahal, CPO ikut diburu karena dapat menjadi alternatif minyak mentah. Akibatnya, permintaan meningkat, harga CPO pun terangkat.

Mulai meningkatnya permintaan CPO dari negara-negara importir seperti China dan India juga menjadi sentimen yang memacu pergerakan harga CPO ini. Di sisi lain, pertumbuhan produksi minyak sawit mentah di Indonesia dan Malaysia yang tidak sesuai dengan proyeksi juga akan berpengaruh terhadap stok domestik dan global. Dampaknya, harga CPO akan menjadi lebih tinggi.

Meski begitu, perlu diwaspadai bahwa maraknya kasus Covid-19 baru di sejumlah negara yang sudah mulai bangkit dikhawatirkan akan memicu terjadinya lockdown part 2. Saat kebijakan lockdown kembali diterapkan, supply dan demand minyak kelapa sawit dunia akan terganggu dan harga CPO akan menjadi korban.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini