Kisah Sukses Pendiri Lippo Group yang Berawal dari Penjaga Toko

Kisah Sukses Pendiri Lippo Group yang Berawal dari Penjaga Toko Foto: Sufri Yuliardi

Mochtar sendiri pada waktu itu tengah menduduki posisi penting di Bank Central Asia, bank yang didirikan oleh keluarga Liem Sioe Liong. Ia bergabung dengan BCA pada 1975 dengan meninggalkan Bank Panin.

Di BCA, Mochtar mendapatkan share sebesar 17,5 persen saham dan menjadi orang kepercayaan Liem Sioe Liong. Aset BCA ketika Mochtar Riady bergabung hanya Rp 12,8 miliar. Mochtar baru keluar dari BCA pada akhir 1990 dan ketika itu aset bank tersebut sudah di atas Rp5 triliun.

Saat ini Lippo Group memiliki 5 area bisnis utama yaitu jasa keuangan yang meliputi perbankan, investasi, asuransi, sekuritas, manajemen aset dan reksadana. Lalu properti dan urban development, Lippo tidak hanya membangun perumahan, tetapi suatu kota yang lengkap dengan berbagai infrastruktur. 

Seperti Lippo Cikarang, Bekasi di timur Jakarta, Bukit Sentul, Bogor di selatan Jakarta, dan Lippo Karawaci, Tangerang di barat Jakarta, para penghuni bisa mengakses TV Cable sekaligus fasilitas internet.

Selanjutnya, pembangunan infrastruktur seperti pembangkit tenaga listrik, produksi gas, distribusi, pembangunan jalan raya, pembangunan sarana air bersih, dan prasarana komunikasi. Lalu Lippo Industries yang meliputi industri komponen elektronik, komponen otomotif, industri semen, porselen, batu bara dan gas bumi.

Terakhir, bidang jasa-jasa yang meliputi teknologi informasi, bisnis ritel, rekreasi, hiburan, hotel, rumah sakit, dan pendidikan. Ada Rumah Sakit untuk kelas atas, Sekolah Pelita Harapan yang biayanya menggunakan dolar AS serta ekstra kurikuler seperti pelajaran musik, berkuda dan ilmu komputer dan guru-guru yang didatangkan dari Amerika.

Tampilkan Semua
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini