PDIP Klaim Ingin Enyahkan Sayap Kiri dan Kanan

PDIP Klaim Ingin Enyahkan Sayap Kiri dan Kanan Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegaskan bahwa pihaknya berada dalam posisi menolak berbagai upaya baik dari ekstrim kiri maupun ekstrim kanan yang mencoba mengganti Pancasila.

Karena itulah dukungan terhadap Pancasila sebagaimana yang disuarakan akhir-akhir ini adalah sebuah kemajuan.

Sekjen  PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan hal itu seiring polemik terkait Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasil. Bahkan, kesadaran berpancasila ini termasuk oleh mereka yang sebelumnya memiliki pandangan ideologi berbeda.

“Ini merupakan dialektika kemajuan yang semakin menunjukkan kebenaran terhadap Pancasila sebagai ideologi negara. Saatnya kedepankan semangat persaudaraan sebagai satu bangsa yang bertanah air satu, Indonesia” kata Hasto Krisyanto.

Baca Juga: Tegas! PBNU Minta RUU HIP Dicabut dari Prolegnas

Hasto Krisyanto menyebut Pancassila adalah landasan kokoh yang digali melalui pemikiran yang jernih, membumi, dan sekaligus visioner serta terus menggelorakan semangat pembebasan dari segala bentuk penjajahan, khususnya kapitalisme dan imperialisme. Terbukti dengan Pancasila Indonesia bersatu dan manpu menghadapi berbagai ujian sejarah.

“Seperti kemampuan memadamkan pemberontakan PKI, DI/TII, Permesta, Pemberontakan RMS dan lain-lain. Terbukti dengan Pancasila Indonesia bersatu untuk semua dan setiap warga negara setara. Dengan Pancasila kita selalu satu, berbeda dengan Yogoslavia, Uni Soviet yang terpecah belah, juga Yaman, Irak, Suriah yang terus dihadapkan pada krisis akibat perang yang tidak kunjung usai. Karena itulah adanya falsafah hidup, falsafah dasar, dan juga alat pemersatu seperti Pancasila selalu kita syukuri,” ucap dia.

Baca Juga: Jokowi Ngamuk ke Menteri, PDIP: Semua Presiden Juga Pasti Marah!

Dengan ideologi yang menjadi pemersatu tersebut maka, kata Hasto, Pancasila terbukti efektif menjadi dasar dan tujuan kehidupan berbangsa. Melalui Pancasila pula Indonesia menegaskan diri bukan negara sekuler, bukan negara komunis, bukan negara theokrasi, bukan liberal, dan bukan fasisme.

“Indonesia adalah negara Pancasila suatu konsepsi negara kebangsaan yang berdiri di atas paham individu atau golongan,” ucap dia.

Lihat Sumber Artikel di Pikiran Rakyat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Pikiran Rakyat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Pikiran Rakyat.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini