Jumawa, Partai Mas AHY Yakin Menang di Ajang Lima Tahunan

Jumawa, Partai Mas AHY Yakin Menang di Ajang Lima Tahunan Foto: Sufri Yuliardi

Partai Demokrat menyebut pihaknya akan selektif dalam memilih figur calon kepala daerah pada Pilkada 2020 ini.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan mengatakan, hal tersebut karena sudah banyak calon kepala daerah yang minta dukungan partainya.

Syarief menyebut salah satu yang dia perhatikan tentunya rekam jejak figur calon kepala daerah. Apalagi partai memiliki target kemenangan 60 persen pada hajatan dan pesta demokrasi daerah lima tahunan tersebut.

Baca Juga: Demokrat Tak Mungkin Usung Mantan Pecandu Narkoba di Pilkada 2020

"Target kemenangan 60 persen. Iya, sudah banyak (bakal calon kepala daerah yang minta dukungan ke Demokrat)," ujar pria yang juga Wakil Ketua MPR itu.

Syarief menambahkan bahwa Demokrat tidak mungkin mengusung calon kepala daerah yang pernah terlibat penyalahgunaan narkoba pada pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung pada tanggal 9 Desember 2020.

"Tidak mungkinlah (Demokrat mengusung calon kepala daerah mantan pengguna narkoba). Pokoknya itu tidak mungkinlah," kata dia.

Baca Juga: Cie... Mas AHY Digosipin Jadi Menteri, Demokrat Auto Protes: Gak!

Lebih lanjut, Syarief juga mengatakan bahwa Demokrat pasti mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang syarat pencalonan kepala daerah yang dimuat dalam Pasal 7 Ayat (2) Huruf i Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016.

"Seharusnya itu memang putusan MK mengikat. Akan tetapi, kalau menyangkut pemilu itu 'kan domainnya ada di KPU, iya, 'kan? Kita lihat nanti KPU gimana," kata Syarief.


Syarief juga meminta semua partai politik mematuhi apa yang sudah diputuskan MK tersebut. Tidak boleh keputusan MK yang sudah final dan mengikat tersebut dilanggar.

"Demokrat berkomitmen tentang hal itu," kata Syarief.

Lihat Sumber Artikel di Pikiran Rakyat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Pikiran Rakyat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Pikiran Rakyat.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini