Gojek Bakal 'Lenyapkan' GoViet dan Get, Ganti Nama Jadi . . . .

Gojek Bakal 'Lenyapkan' GoViet dan Get, Ganti Nama Jadi . . . . Foto: Agus Aryanto

Gojek bakal menggabungkan anak perusahaannya di Vietnam dan Thailand ke dalam satu platform teknologi, guna memperkuat operasional bisnis dan citra merek di pasar luar negeri.

Artinya, GoViet Vietnam dan Get Thailand bakal memiliki nama yang sama dengan induk perusahaannya di Indonesia.

"Ke depannya, kami dapat melayani pasar dengan lebih baik dan membawa bisnis yang lebih besar ke tiap negara dengan menyatukan teknologi dan merek," kata Kepala Internasional Gojek, Andrew Lee, dikutip dari KrAsia, Jumat (3/7/2020).

Baca Juga: Dinilai 'Pilih Kasih' ke Sejumlah Driver, Grab Kena Denda Rp30 M

Baca Juga: Bos Gojek Tawarkan Kemudahan Bisnis Online di Tengah Pandemi

Gojek telah mempersiapkan strategi itu selama berbulan-bulan, guna memperkuat bisnis dalam bersaing dengan Grab, yang beroperasi di pasar Asia Tenggara dengan satu merek saja.

Lee menjelaskan, "kami mulai pada strategi untuk meningkatkan, untuk mencapai skala yang lebih efisien, melayani pelanggan dengan lebih baik, sejak pertengahan tahun lalu."

Saat meluncurkan GoViet dan Get, Nadiem Makarim selaku pendiri Gojek mengaku tak mau memaksakan merek asing dan menginginkan anak perusahaannya menentukan identitas sendiri. Pendekatan itu melahirkan interoperabilitas yang rendah di antara platform Gojek, sebab pengguna mesti mengunduh aplikasi terpisah jika ingin menggunakan layanan Gojek di Vietnam dan Thailand.

Padahal, Lee menginginkan 50% pengguna dan transaksi Gojek datang dari pasar luar Indonesia. "Penyatuan merek jadi salah satu tonggak penting untuk tujuan itu," kata Lee lagi.

Perubahan nama merek tak akan berdampak pada struktur kepemilikan anak usaha Gojek di Vietnam ataupun Thailand.

Lebih lanjut, jika Gojek kembali melebarkan sayap bisnis ke negara lain di luar pasarnya saat ini, maka mereka akan memakai merek 'Gojek'.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini