Dukung BPKH, Bank Muamalat Siap Gaungkan Gerakan Haji Muda

Dukung BPKH, Bank Muamalat Siap Gaungkan Gerakan Haji Muda Foto: Bank Muamalat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mendukung langkah Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang menggaungkan Gerakan MINA (Mari Tunaikan Haji Selagi Muda) atau disebut juga sebagai Haji Muda. Ini adalah gerakan nasional yang bertujuan untuk menumbuhkan keinginan menabung biaya berhaji sejak dini khususnya dari kalangan generasi milenial.

Gerakan ini berangkat dari fakta hasil riset di lapangan di mana 75% pendaftar haji baru mendaftar saat usianya di atas 40 tahun. Dengan masa tunggu yang kini mencapai rata-rata 21 tahun, dipastikan usia calon jemaah berada di kisaran 60 tahun saat melaksanakan ritual haji.

Baca Juga: Lahan Subur Perbankan Syariah di Indonesia

CEO Bank Muamalat, Achmad K. Permana, dalam Focus Group Discussion dengan BPKH menyatakan, Bank Muamalat siap untuk mendukung gerakan Haji Muda dan menjadi mitra strategis BPKH.

"Kami berterima kasih atas kepercayaan dari BPKH. Bank Muamalat adalah bank syariah pertama dan hingga kini tetap dipercaya oleh masyarakat. Branding kami juga masih sangat kuat dibuktikan dengan penghargaan-penghargaan yang kami terima. Oleh karena itu, kami yakin bahwa Bank Muamalat adalah mitra yang tepat bagi BPKH," ujarnya di Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Untuk mendukung gerakan tersebut, Bank Muamalat memiliki program dan produk yang dapat disinergikan dengan gerakan Haji Muda seperti Tabungan Haji & Umrah serta kartu debit ihram. Tabungan Hijrah Haji menawarkan solusi lengkap untuk perjalanan ibadah haji dan terhubung langsung dengan SISKOHAT (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) Kementerian Agama.

Sementara, ihram adalah kartu debit yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan bertransaksi para jemaah Indonesia saat beribadah haji dan umrah di Arab Saudi.

"Islamic segment menjadi fokus bisnis Bank Muamalat saat ini dan ke depannya. Milenial yang ingin berhaji merupakan target pasar yang potensial dan sejalan dengan kampanye #AyoHijrah kami. Oleh karena itu, Bank Muamalat sebagai bank pertama murni syariah di Indonesia siap berkolaborasi dengan BPKH untuk menyukseskan gerakan Haji Muda," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota BP BPKH, Iskandar Zulkarnain, mengatakan bahwa sudah saatnya ibadah haji menjadi prioritas.

"Sedini mungkin segerakan mendaftar haji agar kelak saat berangkat masih dalam kondisi fit. Sebagian besar jemaah yang didominasi usia lanjut masuk dalam kategori Risti (Risiko Tinggi ) Kesehatan di mana usia lanjut itu sudah dibayangi dengan berbagai penyakit degeneratif. Padahal, ritual haji adalah ibadah yang sangat memerlukan kekuatan fisik," pungkasnya.

Sebagai informasi, jumlah calon jemaah haji reguler yang menabung di Bank Muamalat per akhir 2019 sebanyak 107.494, angka ini terus meningkat selama 3 tahun terakhir. Adapun jumlah calon jemaah haji khusus per akhir 2019 sebanyak 5.835 orang.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini