Hadapi Tantangan Covid-19, ICH Terapkan SMKI

Hadapi Tantangan Covid-19, ICH Terapkan SMKI Foto: Indonesia Clearing House

Dengan kondisi dan situasi di tengah pandemi Covid-19, Business Continuity Plan (BCP) menjadi sangat vital bagi banyak bisnis, terutama yang paling terdampak oleh Covid-19. Salah satu cara untuk tetap mengimplementasikan BCP dengan efektif di masa pandemi ini adalah sistem work-from-home (WFH).

Namun, WFH juga memiliki berbagai kekurangan, seperti rentannya kebocoran informasi. Pada saat bekerja menggunakan akses internet di luar sistem milik kantor, data dan informasi terkait perusahaan yang dikerjakan secara digital rentan diretas dan bocor.

Baca Juga: Bos Gojek Tawarkan Kemudahan Bisnis Online di Tengah Pandemi

Indonesia Clearing House (ICH) sebagai lembaga yang berkerja sama dengan banyak pihak bertanggung jawab akan keamanan segala jenis informasi yang berhubungan dengan kelangsungan bisnis ICH dan para partnernya. Dalam pelaksanaan operasionalnya, ICH menyoroti beberapa poin penting yang akan menjadi dasar pengembangan kinerja ICH ke depannya.

Nursalam, Direktur Utama ICH, mengatakan bahwa seperti yang diketahui saat ini "data is the new oil" yang menggambarkan pentingnya informasi sebagai aset. ICH ingin menjaga keamanan data, alur informasi, dan kerahasiaan informasinya berdasarkan prinsip confidentiality, integrity, dan availability.

"Dengan menjaga aset informasi, industri keuangan dan finansial berbasis transaksi dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih efektif, aman, dan modern," ujar Nursalam.

Keamanan informasi itu akan memudahkan berbagai macam proses pencatatan, perhitungan dan penyimpanan data dengan mengklasifikasikan data berdasarkan confidentiality level sehingga data yang akan dikeluarkan ke publik merupakan data yang sudah terverifikasi aman untuk konsumsi publik. Sementara, terkait data dengan tingkat confidentiality yang tinggi ICH akan melakukan beberapa verifikasi dan pemberian skala urgensi dengan mekanisme Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI).

"Implementasi SMKI bertujuan untuk menetapkan, menerapkan, mengoperasikan, memantau, meninjau, memelihara, dan meningkatkan keamanan informasi organisasi untuk mencapai tujuan bisnis dan didasarkan pada penilaian risiko dan tingkat penerimaan risiko organisasi yang dirancang secara efektif menanggulangi dan mengelola risiko," lanjut Nursalam.

Ke depannya, capaian itu akan terus dikembangkan untuk berintegrasi dengan keadaan pasar dan Lembaga Kliring sebagai entitas yang sentral dalam pengelolaan risiko. Serta manajemen informasi yang mumpuni sebagai implementasi kemajuan industri finansial di Indonesia.

Nursalam menambahkan, menapaki usia ke-11 tahun, Indonesia Commodity & Derivatives (ICDX) dan Indonesia Clearing House (ICH) terus menunjukkan kualitas layanan dan prestasinya meski harus melalui berbagai sepak terjang. Lewat kegigihan tim dan kerja sama yang baik bersama para partner, ICDX dan ICH mampu mewujudkan visi-visinya dalam membangun industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) dan mengembalikan kedaulatan perdagangan komoditi Indonesia.

Salah satu langkah pasti yang diambil adalah berhasil mendapatkan sertifikasi ISO 27001 SAI Global. Melalui ISO 27001, ICH akan melindungi kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi. Hal ini meliputi sistem pemrosesan informasi, layanan atau infrastruktur, dan tempat penyimpanan informasi yang mempertimbangkan segala jenis risiko yang mungkin terjadi dan mekanisme penanggulangannya. Perlindungan akan aset informasi akan mendukung ICH dalam melaksanakan sistem dan memberi fasilitas kliring dan penyelesaian untuk transaksi di ICDX secara efektif.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini