Lahan Subur Perbankan Syariah di Indonesia

Lahan Subur Perbankan Syariah di Indonesia Foto: Antara/Wahyu Putro A

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) menilai pengembangan perbankan syariah di Indonesia memiliki potensi yang menjanjikan, kendati kondisi pasar melemah akibat pandemi Covid-19.

"(Bahkan) dalam kondisi pasar yang melemah akibat pandemi global, perbankan syariah masih tetap dapat memberikan kontribusi dalam perekonomian nasional," ujar Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria saat webinar Maybank Indonesia Shariah Thought Leaders Forum 2020 yang bertajuk From Niche to Mainstream di Jakarta, kemarin (2/7/2020).

Taswin melanjutkan, untuk dapat merealisasikan kontribusi dan perannya, perbankan syariah membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, seperti regulasi dan kesiapan teknologi.

Baca Juga: Ambisi Besar Erick: Tahun Depan RI Punya 1 Bank Syariah Unggul

"Serta investasi sumber daya guna melakukan penetrasi pasar dan penyediaan solusi keuangan berbasis syariah yang menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan bisnis saat ini," tambahnya.

Dia berharap digelarnya webinar Maybank Indonesia Shariah Thought Leaders Forum 2020 diharapkan memberikan kontribusi positif dan relevan bagi kemajuan industri perbankan syariah di Tanah Air dalam menjawab sejumlah tantangan dan meraih peluang bisnis syariah ke depan.

Adapun pangsa pasar keuangan syariah masih berada pada tingkat 8% pada 2019 dan Pemerintah Indonesia memproyeksikan pangsa pasar keuangan syariah untuk meningkat menjadi 20% pada 2023-2024 mendatang.

Target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku industri perbankan syariah, terlebih sejak awal tahun, bisnis syariah juga menghadapi tantangan nyata dengan pandemi Covid-19, yang juga berdampak besar pada ekonomi dan aktivitas bisnis syariah di Indonesia.

Namun, di tengah kondisi yang penuh tantangan, berbagai inovasi dan solusi berbasis teknologi digital hadir dan telah mempercepat proses adaptasi masyarakat dalam penggunaan teknologi tersebut.

Hal ini mampu menggerakkan kembali perputaran ekonomi pada sektor ritel, termasuk food & beverage, melalui e-commerce serta sektor perbankan untuk memenuhi kebutuhan transaksi finansial melalui pemanfaatan teknologi tersebut.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini