Jokowi Mau Balikkan Pengawasan Bank ke BI, OJK Cuma Bilang...

Jokowi Mau Balikkan Pengawasan Bank ke BI, OJK Cuma Bilang... Foto: Sufri Yuliardi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, pihaknya belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai isu pengembalian pengawasan perbankan ke Bank Indonesia (BI).

Menurut Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo, sumber berita yang menyebutkan Presiden Jokowi berencana ingin mengembalikan pengawasan perbankan ke BI masih belum jelas. Untuk itu, hingga saat ini OJK masih fokus menjalankan tugasnya untuk mengatur dan mengawasi perbankan di tengah Covid-19.

"Menanggapi berita dari sumber yang sebenarnya juga tidak jelas, OJK mengharapkan seluruh pegawainya tetap fokus dengan pelaksanaan UU dan berkonsentrasi untuk menjadi bagian penanganan Covid-19 yang dibutuhkan oleh masyarakat," ujar Anto di Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Baca Juga: Jadi Tersangka Jiwasraya, OJK Diminta Tetap Tegakkan Good Governance

Anto menjelaskan, OJK proaktif mendukung pemerintah, dan sesuai kewenangannya sebagai regulator telah mengeluarkan program restrukturisasi pada 26 Februari 2020 yang kemudian dituangkan dalam POJK 11/2020 pada 16 Maret 2020. Sebagai catatan pemerintah mengeluarkan Perpu 1/2020 pada 31 Maret 2020.

 

Restrukturisasi ini pula yang menjadi acuan dalam kemudian penjabaran Perpu 1/2020 melalui Penerbitan PP 23/2020 yang antara lain berupa subsidi bunga (PMK 65/2020) dan penempatan untuk kebutuhan likuiditas (PMK 64/2020), dan selanjutnya untuk menggerakkan sektor riil melalui penempatan uang negara (PMK 70/2020).

"Ini merupakan insentif untuk nasabah dan perbankan. Ini kalau dihitung tiga bulan, nilai insentif kurang lebih Rp97 triliun. Dan ini peak-nya restrukturisasi ada di April dan Mei dan ini mulai melandai," kata Anto.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini