Rusia Catat Lebih dari 6.000 Infeksi Covid-19 Hanya dalam 24 Jam

Rusia Catat Lebih dari 6.000 Infeksi Covid-19 Hanya dalam 24 Jam Foto: Reuters/Anton Vaganov

Pemerintah Rusia mencatat 6.556 kasus infeksi baru Covid-19 hingga Rabu (1/7). Dengan demikian total seluruh kasus di negara terebut naik menjadi 654.405.

Pusat tanggap Covid-19 negara mengatakan sekurangnya 216 orang meninggal dunia karena virus itu dalam 24 jam terakhir hingga Rabu. Total kematian akibat virus corona di negara tersebut pun meningkat menjadi 9.536.

Baca Juga: Tokoh Komunis Rusia: Kesuksesan China Jadi Contoh Baik Bagi Dunia

Kenaikan jumlah kasus terdeteksi setelah Rusia mengadakan pemungutan suara nasional tentang perubahan konstitusional yang memungkinkan Vladimir Putin untuk tetap berkuasa hingga 2036 meskipun terjadi pandemi.

Seperti dilansir The Moskow Times, ibu kota Rusia memang telah mencabut pembatasan termasuk izin perjalanan wajib pada 8 Juni lalu. Ini adalah sebuah langkah yang disambut sebagian besar warga yang bergegas keluar untuk menikmati jalan-jalan dan taman.

Banyak daerah lain di Rusia mencabut aturan lockdown karena Rusia bersiap untuk mengadakan pemungutan suara nasional 1 Juli meskipun terjadi pandemi. Presiden Vladimir Putin mencari dukungan publik untuk amandemen konstitusi yang akan memungkinkan dia untuk tetap di Kremlin di luar masa jabatannya saat ini.

Kritik telah mengemuka di Rusia dengan banyak yang meragukan tingkat kematian resmi Rusia yang rendah dan menuduh pihak berwenang di bawah pelaporan untuk mengecilkan skala krisis. Rusia mengaitkan angka kematian virus yang lebih rendah dengan pengujian massal yang telah mengidentifikasi banyak kasus dengan gejala Covid-19 yang ringan atau tidak.

Kementerian Kesehatan kini tengah menyesuaikan cara melaporkan angka untuk memasukkan semua kematian yang diyakini terkait dengan virus bahkan jika penyebab langsung kematian adalah kondisi lain atau pasien dinyatakan negatif.

Mantan Menteri Keuangan Alexei Kudrin, seorang politikus liberal yang dikenal karena komentarnya yang blak-blakan, mengatakan sistem kesehatan Rusia membutuhkan lebih banyak dana dan modernisasi di banyak daerah.

"Obat-obatan secara signifikan kekurangan dana bahkan sesuai dengan norma saat ini dan juga membutuhkan perombakan serius," ujar Kudrin yang kini mengepalai Audit Chamber yang memeriksa pengeluaran pemerintah.

"Kami akan melakukan pemeriksaan dan menunjukkan angka-angka ini," tambahnya. Namun demikian ekonom mengatakan Rusia tidak melakukan pekerjaan yang buruk dengan pandemi dan memuji peran militer yang telah membangun fasilitas darurat.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini