Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Minggu, 05 Juli 2020

  • 09:36 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Euro pada level 1,1248 USD/EUR.
  • 09:35 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,2438 USD/GBP.
  • 09:34 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,32 USD/barel.
  • 09:32 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup melemah 1,33% pada level 6.157.
  • 09:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yen pada level 107,51 JPY/USD.
  • 09:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.772 USD/troy ounce.

Halo Pengguna Android, Cepat Hapus 25 Aplikasi yang Curi Data Ini

Halo Pengguna Android, Cepat Hapus 25 Aplikasi yang Curi Data Ini

Baca Juga

WE Online, Bogor -

Google telah menghapus 25 aplikasi dari Play Store karena kedapatan mencuri data-data rahasia pengguna Facebook. Baiknya, Anda sebagai pengguna Android yang telanjur memasangnya (install) ke ponsel ikut menghapusnya juga.

Sebab, sebelum Google mengambil tindakan, jajaran aplikasi berbahaya itu sudah menghimpun total unduhan 2,34 juta kali. 

Aktor jahat di balik aplikasi-aplikasi itu sama, walaupun fitur-fiturnya berbeda. "Aplikasi-aplikasi itu memiliki fungsi sebagai penghitung langkah, editor gambar, editor video, aplikasi wallpaper, aplikasi senter, manajer file, dan gim seluler," lapor perusahaan keamanan siber Prancis, Evina, dikutip dari ZDNet, Rabu (1/7/2020).

Baca Juga: Siap-Siap! Google Setuju Kenakan Pajak Jasa Hingga 10% ke Klien

Baca Juga: Dear Pengguna Android, Cepat Hapus 36 Aplikasi Berbahaya Ini! Google Saja Sudah Hapus!

Aplikasi-aplikasi itu menawarkan fungsi yang nyata, tetapi ada kode berbahaya yang berpotensi mencuri data pribadi pengguna.

Peneliti Evina mengatakan, "aplikasi berisi kode yang mendeteksi aplikasi apa yang baru saja dibuka dan dimiliki pengguna di bagian depan."

Ia mencontohkan, jika aplikasinya Facebook, maka kode jahat di dalam 25 aplikasi itu akan melapisi jendela peramban (browser) Facebook resmi guna menampilkan laman login Facebook yang palsu.

Dalam gambar berikut ini, bar biru menujukkan laman Facebook yang asli, sedangkan bar hitam merupakan laman penipuan yang muncul karena kode jahat:

Sumber gambar: Evina

Jika pengguna tidak sadar dan memasukkan kata sandi dan nama pengguna ke halaman tersebut, maka aplikasi jahat tadi akan mencuri data pribadi mereka, lalu mengirimkannya ke server jarak jauh yang ada di domain airshop.pw yang kini tak aktif.

Google telah menghapus aplikasi pada awal Juni, setelah memverifikasi temuan perusahaan keamnaan Prancis. Beberapa aplikasi telah tersedia di Play Store selama lebih dari setahun sebelum Google menindaknya.

Beriku ini daftar aplikasi-aplikasi berbahaya itu:

Tag: Aplikasi Berbahaya, Smartphone, tips keamanan siber, Keamanan Siber

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Unsplash/NordWood Themes

loading...

Recommended Reading