Bocoran Intelijen AS: Diam-diam Rusia Kirim Uang Bantu Taliban

Bocoran Intelijen AS: Diam-diam Rusia Kirim Uang Bantu Taliban Foto: Reuters/Anton Vaganov

Pejabat Amerika Serikat (AS) berhasil mendapatkan data elektronik yang menunjukkan transfer keuangan dalam jumlah besar dari rekening bank yang dikendalikan oleh badan intelijen militer Rusia ke rekening yang terkait dengan Taliban.

Temuan ini menguatkan tudingan bahwa Rusia secara diam-diam menawarkan hadiah untuk membunuh tentara AS dan pasukan koalisi di Afghanistan.

Baca Juga: Rusia Diam-diam Bayar Taliban Serang AS, Reaksi Trump Malah...

Begitu bunyi laporan yang surat kabar New York Times (NYT) yang mengutip tiga pejabat intelijen AS.

"Para analis menyimpulkan bahwa transfer itu kemungkinan besar merupakan bagian dari program pemberian hadiah yang digambarkan para tahanan selama interogasi," seperti dikutip dari surat kabar yang berbasis di AS itu, Rabu (1/7/2020).

Penyelidik juga mengidentifikasi sejumlah warga Afghanistan dalam jaringan yang terkait dengan dugaan operasi Rusia, termasuk seseorang yang diyakini telah menjadi perantara untuk mendistribusikan sejumlah dana.

Temuan ini memperkuat temuan sebelumnya yang diperoleh selama interogasi dan melemahkan klaim pejabat Gedung Putih bahwa intelijen belum memberitahukan kepada Presiden Donald Trump.

"Faktanya, menurut dua orang pejabat, informasi itu telah diberikan kepadanya (Trump) dalam laporan tertulis harian pada akhir Februari," tulis NYT.

Pejabat Gedung Putih dan Dewan Keamanan Nasional menolak berkomentar terkait temuan ini. Mereka tetap berpegang pada pernyataan Direktur Intelijen Nasional John Ratclife, penasihat keamanan nasional, Robert C. O'Brien, dan juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman. Mereka semua mengatakan bahwa laporan berita terbaru tentang Afghanistan tetap tidak berdasar.

Sementara Sekretaris pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany, memarahi The Times setelah artikel ini diterbitkan. Ia mengatakan bahwa laporan yang didasarkan pada "kebocoran selektif" mengganggu pengumpulan intelijen. Ia tidak membahas atau menyangkal fakta tentang penilaian intelijen, dengan mengatakan dia tidak akan mengungkapkan informasi rahasia.

Sebelumnya The Washington Post melaporkan pada hari Minggu bahwa penilaian intelijen menyimpulkan bahwa hadiah menyebabkan kematian tentara AS dan The Associated Press melaporkan pada hari Senin bahwa pejabat tinggi Gedung Putih mengetahui intelijen mengindikasikan bahwa Rusia menawarkan hadiah pada awal 2019.

Presiden Trump telah mengklaim bahwa ia tidak diberitahu tentang rincian intelijen, yang pertama kali dilaporkan oleh The New York Times pada hari Jumat.

"Mungkin tipuan Rusia yang dibuat-buat, mungkin oleh Berita Palsu @nytimesbooks, yang ingin membuat kaum Republikan terlihat buruk !!!" tweet Trump pada hari Minggu, mengacu pada laporan itu.

Untuk diketahui 20 anggota tentara Amerika tewas dalam operasi terkait pertempuran di Afghanistan tahun lalu, terbesar sejak 2014.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini