Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Sabtu, 04 Juli 2020

  • 09:36 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Euro pada level 1,1248 USD/EUR.
  • 09:35 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,2438 USD/GBP.
  • 09:34 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,32 USD/barel.
  • 09:32 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup melemah 1,33% pada level 6.157.
  • 09:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yen pada level 107,51 JPY/USD.
  • 09:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.772 USD/troy ounce.

5 Miliarder Dunia yang Hartanya 'Gak Seberapa' Sebelum Corona

5 Miliarder Dunia yang Hartanya 'Gak Seberapa' Sebelum Corona

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Sebelum pandemi corona melanda, harta para miliarder dunia ini belum sebanyak sekarang. Sementara ada miliarder yang mengalami banyak kerugian akibat pandemi ini. Namun, para miliarder ini tetap berhasil meraih keuntungan di masa pandemi.

Bahkan sampai meroket sempat mencicipi peringkat ketiga orang terkaya dunia. Siapa saja miliarder yang mengalami kenaikan harta setelah pandemi? Berikut daftarnya sebagaimana dilansir dari CNBC Make-It di Jakarta, Rabu (1/7/2020):

Baca Juga: Supplier Alat Kesehatan China Jadi Miliarder Dunia

1. Elon Musk

Miliarder pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk menjadi pengusaha yang paling meraup banyak keuntungan yakni sebesar 55% dari total pendapatan sebelum adanya pandemi corona.

Pada awal corona melanda, kekayaannya per 18 Maret 2020 masih di angka USD24,6 miliar. Kini, berdasarkan Forbes Real-Time Net Worth, kekayaannya mencapai USD44,9 miliar atau Rp650 triliun!

2. Mark Zuckerberg

Bos Facebook, Mark Zuckerberg yang memiliki sosial media populer seperti Instagram dan WhatsApp sempat mencicipi orang terkaya ketiga dunia. Namun, akibat pemboikotan iklan yang dilakukan sejumlah perusahaan atas bentuk protes penanganan hate speech di platform Facebook, membuat kekayaan Mark Zuckerberg sempat menurun.

Tag: miliarder, Mark Zuckerberg, Elon Musk, Virus Corona

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Reuters/Jonathan Ernst

loading...

Recommended Reading