Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Sabtu, 04 Juli 2020

  • 09:36 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Euro pada level 1,1248 USD/EUR.
  • 09:35 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,2438 USD/GBP.
  • 09:34 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,32 USD/barel.
  • 09:32 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup melemah 1,33% pada level 6.157.
  • 09:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yen pada level 107,51 JPY/USD.
  • 09:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.772 USD/troy ounce.

DPRD Kecolongan, Kenapa Anies Diam-Diam Izinkan Reklamasi Ancol?

DPRD Kecolongan, Kenapa Anies Diam-Diam Izinkan Reklamasi Ancol?

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak mengaku kecolongan terkait izin reklamasi Ancol seluas 155 hektare (ha) yang diterbitkan Gubernur Anies Baswedan.

Diketahui, izin perluasan wilayah dengan reklamasi kawasan rekreasi Dunia Fantasi (Dufan) seluas 35 ha dan kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol Timur 120 ha itu tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020 sejak Februari 2020.

"Boleh dibilang kami kecolongan, sebab harusnya dibahas di DPRD dulu," kata Gilbert seperti dilansir dari Antara, Rabu (1/7).

Baca Juga: Ternyata, Anies Akhirnya Berikan Izin Reklamasi

Baca Juga: 2 Kali Anies Berbohong, PDIP Kesel Sampai Keubun-ubun..

Lanjutnya, ia juga mengatakan PT Pembangunan Jaya Ancol selaku pengembang proyek reklamasi ini juga terkesan menutup-nutupin.

"Selama rapat dengan Jaya Ancol, mereka enggak menyampaikan ke kami. Makanya kami juga bingung tiba-tiba sudah ada kepgub," katanya.

Sementara itu, Anies Baswedan enggan berkomentar banyak soal reklamasi Ancol ini. Dia mengaku akan menjelaskan selengkap mungkin pada saatnya nanti.

"Nanti dijelasinnya lengkap sekalian, jangan doorstop," katanya di Balai Kota, Selasa.

Tag: Anies Baswedan, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

loading...

Recommended Reading