Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Sabtu, 11 Juli 2020

  • 09:07 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 0,66% pada level 10.617.
  • 09:06 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 1,44% pada level 26.075.
  • 09:05 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup menguat 1,05% pada level 3.185.
  • 09:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup positif 0,76% pada level 6.095.
  • 09:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,25% terhadap Yen pada level 106,93 JPY/USD.
  • 09:00 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.798 USD/troy ounce.

Gak Ada Pancasila di AD/ART, Orang 212: Rujukan Kita...

Gak Ada Pancasila di AD/ART, Orang 212: Rujukan Kita...

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengatakan dengan tidak dimasukkannya Pancasila ke dalam AD/ART organisasinya karena merujuk pada Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Rujukan kita umat Islam tentunya MUI dan MUI tidak mengharamkan khilafah dan tidak juga mewajibkan Pancasila sebagai pedoman hidup umat Islam melainkan Pancasila adalah dasar negara," katanya kepada wartawan, Rabu (1/7/2020).

Baca Juga: Ancam Demo Lagi, Pasukan 212 Bakal Lebih Banyak dari Demo Ahok?

Baca Juga: Astagfirullah, Kelompok 212 Ancam Demo Berjilid-jilid

Lanjutnya, ia menilai Indonesia rusak karena paham liberal dan neo-PKI yang dibiarkan menjamur di tengah-tengah masyarakat.

"Makanya neo-PKI tambah berani karena mendapat angin segar dan akhirnya menyusup di partai-partai serta ormas-ormas Islam dan biang kerok untuk ditariknya Tap MPRS no 25 tahun 1966 adalah oknum kiyai juga. Bahkan buku-buku berkaitan dengan PKI kata pengantarnya adalah oknum kiyai, juga buku-buku sesat atas nama agama oknum-oknum kiyai terlibat," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Ketua Umum DPP FOKSI Muhammad Natsir Sahib menyinggung ketiadaan Pancasila dalam AD/ART salah satu ormas yang menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Tag: pancasila, Alumni 212, Novel Bamukmin, RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Istimewa

loading...

Recommended Reading