Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Sabtu, 04 Juli 2020

  • 09:36 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Euro pada level 1,1248 USD/EUR.
  • 09:35 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,2438 USD/GBP.
  • 09:34 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,32 USD/barel.
  • 09:32 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup melemah 1,33% pada level 6.157.
  • 09:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yen pada level 107,51 JPY/USD.
  • 09:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.772 USD/troy ounce.

Hambat Penyebaran, Rakyat Singapura Dapat Gadget Pelacak Covid-19

Hambat Penyebaran, Rakyat Singapura Dapat Gadget Pelacak Covid-19

Baca Juga

WE Online, Singapura -

Singapura mulai membagikan perangkat pelacak kontak (contact tracing) berkemampuan Bluetooth sebagai salah-satu langkah menghambat penyebaran virus corona.

Gadget yang disebut TraceTogether itu merupakan alternatif dari aplikasi pelacak kontak yang disediakan pemerintah Singapura.

Baca Juga: Singapura Pastikan Gak Ada Duel Saudara dalam Pemilu 2020

Alat ini ditujukan bagi warga Singapura yang tidak memiliki atau memilih tidak menggunakan telepon genggam. Namun, pembagian gawai ini disambut sebagian kalangan yang khawatir dengan privasi mereka.

Pada pembagian gelombang pertama, perangkat ini didistribusikan kepada warga lanjut usia yang rentan dan tidak memiliki dukungan keluarga atau memiliki masalah mobilitas.

Gadget tersebut berbentuk token yang memiliki kode QR dan tidak perlu dicas karena memiliki baterai dengan daya tahan hingga sembilan bulan.

Alat ini menggunakan sinyal Bluetooth yang disandingkan dengan perangkat token TraceTogether lain atau ponsel cerdas yang dibawa orang di sekitarnya.

Pengguna akan diberi tahu oleh petugas pelacakan kontak jika mereka berada di dekat seseorang yang terinfeksi virus corona.

Jika mereka kemudian terkonfirmasi terpapar Covid-19, data yang bersangkutan akan diunduh dari perangkat miliknya.

Otoritas Singapura menepis kekhawatiran yang timbul terkait privasi pengguna alat itu. Mereka beralasan alat itu tidak dirancang untuk menandai gerakan masyarakat.

Pemerintah Singapura mengatakan data yang dikumpulkan oleh perangkat itu akan dienkripsi dan disimpan dalam token selama maksimal 25 hari.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Tag: Singapura, COVID-19, Virus Corona

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Edgar Su

loading...

Recommended Reading