Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Sabtu, 04 Juli 2020

  • 09:36 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Euro pada level 1,1248 USD/EUR.
  • 09:35 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,2438 USD/GBP.
  • 09:34 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,32 USD/barel.
  • 09:32 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup melemah 1,33% pada level 6.157.
  • 09:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yen pada level 107,51 JPY/USD.
  • 09:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.772 USD/troy ounce.

Izin Kapal di atas 30 GT Dipermudah, KKP Diapresiasi Kadin

Izin Kapal di atas 30 GT Dipermudah, KKP Diapresiasi Kadin

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Meski diwarnai pandemi Covid-19, capaian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di semester satu 2020 diapresiasi positif oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Beberapa indikator menjadi catatan penting dari dunia usaha untuk kinerja pemerintah di sektor kelautan dan perikanan.

Salah satunya dengan mempermudah permohonan izin kapal perikanan di atas 30 GT, sehingga tidak ada hambatan bagi nelayan untuk melaut. Ke depan, sektor perikanan dan kelautan juga membutuhkan pemulihan jaringan logistik untuk penyerapan hasil produksi yang lebih cepat dan menekan biaya logistik yang masih relatif tinggi.

"Banyak dari rekan pelaku usaha juga nelayan sangat terbantu dengan ini," ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto, Selasa (30/6/2020).

Baca Juga: Kinerja Positif, LPKR Akan Luncurkan Perumahan Baru

Selain itu, lanjut Yugi, sinergi program pemerintah dan dunia usaha selama ini berjalan baik. Pemerintah cukup terbuka dengan usulan-usulan dari pelaku usaha, bahkan mau mendengar suara nelayan dan mau mengoordinasi berbagai kepentingan di sektor ini.

Dalam perikanan budi daya, pemerintah cukup jeli membangun kerja sama dengan pihak swasta untuk melakukan observasi dan eksploitasi budi daya yang potensinya demikian besar sehingga menjadi salah satu program prioritas. Selain perikanan tangkap, menurut Yugi, perikanan budi daya begitu menjanjikan untuk menopang kinerja ekspor.

"Udang, tuna, tongkol, cakalang, cumi sotong, gurita, rajungan, kepiting, dan rumput laut adalah komoditas yang ideal," Yugi Prayanto.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) triwulan I-2020, ekspor dari budi daya perikanan komoditas tersebut menjanjikan. Udang mendominasi ekspor dengan nilai mencapai US$466,24 juta (37,56%). Tuna-tongkol-cakalang (TTC) dengan nilai US$176,63 juta (14,23%). Kemudian cumi-sotong-gurita dengan nilai US$131,94 juta (10,63%). Disusul rajungan-kepiting dengan nilai US$105,32 juta (8,48%) dan rumput laut dengan nilai US$53,75 juta (4,33%).

"Budi daya bagus untuk penciptaan lapangan kerja, meningkatkan taraf hidup petambak, dan menjaga kelestarian," kata dia.

Tag: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kamar Dagang dan Industri (Kadin)

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Rahmad

loading...

Recommended Reading