Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Sabtu, 04 Juli 2020

  • 09:36 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Euro pada level 1,1248 USD/EUR.
  • 09:35 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,2438 USD/GBP.
  • 09:34 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,32 USD/barel.
  • 09:32 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup melemah 1,33% pada level 6.157.
  • 09:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yen pada level 107,51 JPY/USD.
  • 09:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.772 USD/troy ounce.

Dunia Entertainment Menjerit, Hollywood Bergerak Desak Kongres AS

Dunia Entertainment Menjerit, Hollywood Bergerak Desak Kongres AS

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Ketika kasus Covid-19 terus melonjak tajam di banyak negara termasuk California, Hollywood menuntut agar federal membuat legislasi baru guna menyelamatkan industri hiburan. Dalam surat yang diajukan kepada para pemimpin Kongres, kelompok-kelompok industri terkemuka telah mengajukan beberapa hal seperti insentif bagi seniman dan program asuransi federal.

"Kebijakan ini akan membantu memulai produksi film dan televisi dalam negeri, mendorong perekrutan dan memperbaiki biaya yang lebih tinggi yang harus dilakukan untuk melindungi tenaga kerja industri kita," demikian bunyi surat yang ditandatangani oleh para pemimpin dari Motion Picture Association, Director Guild of America, Aliansi Film & Televisi Independen, Aliansi Internasional Karyawan Panggung Teater dan SAG-AFTRA.

Baca Juga: Permasalahan Rasisme Mengerucut, Ini 3 Film Hollywood Bertema Kesetaraan Ras

Proposal diajukan ketika anggota parlemen bersiap-siap membahas paket Undang-undang (UU) bantuan COVID yang ketiga. Sebelumnya, UU CARES memberikan pembayaran langsung kepada orang Amerika yang berpenghasilan di bawah penghasilan tertentu serta pinjaman yang dapat dimaafkan untuk usaha kecil.

Kali ini, kelompok hiburan mendukung insentif bagi semua pengusaha yang mempekerjakan karyawan termasuk di industri hiburan. Mereka mengatakan bahwa kredit pajak peluang kerja juga harus tersedia untuk pengusaha yang mempekerjakan kembali karyawan.

Melansir The Hollywood Reporter pada Selasa (30/6/2020) diketahui bahwa surat itu berisi proposal yang akan bermanfaat bagi sektor hiburan. Sebagai contoh, anggota parlemen diminta untuk memodifikasi aspek kode pajak yang berkaitan dengan produksi dalam negeri.

Menurut pasal 181, setiap produksi yang memenuhi kualifikasi dasar tertentu bisa mengurangi kewajiban pajak federal. Opsi lain berkaitan dengan pasal 168 (k), yang menyebut tunjangan biaya depresiasi penuh untuk bonus akan dihapus di tahun-tahun mendatang.

Industri hiburan menempatkan bagian ini dari kode pajak di atas meja dengan modifikasi yang diusulkan seperti membiarkan biaya produksi dikurangi, menghilangkan batas 44 episode untuk produksi televisi, dan memungkinkan aplikasi untuk mengakuisisi film.

Mungkin salah satu permintaan terbesar yaitu permohonan adanya program asuransi federal baru untuk menutupi kerugian terkait pandemi. Meskipun surat itu tidak masuk ke detail, itu membuat percakapan yang lebih besar.

"Kemampuan industri kami untuk kembali ke produksi aktif, baik di lokasi atau di lokasi, sangat terganggu oleh ketidakmampuan untuk membeli asuransi untuk menutupi kerugian yang berasal dari penyakit menular di antara para pemain, kru, dan lain-lain yang terlibat dalam produksi," demikian bunyi surat.

"Asuransi ini telah tersedia di masa lalu dan sangat penting untuk keputusan oleh bank dan pihak lain untuk mengambil risiko investasi dalam film. Tanpa itu, produksi tidak dapat dilanjutkan pada tingkat yang signifikan. Kami mendesak Kongres untuk mengembangkan program asuransi federal untuk menutupi kerugian bisnis terkait pandemi di masa depan," jelas surat itu.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Tag: Hollywood, entertainment international, bisnis hiburan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Mike Blake

loading...

Recommended Reading