Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Sabtu, 04 Juli 2020

  • 09:36 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Euro pada level 1,1248 USD/EUR.
  • 09:35 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,2438 USD/GBP.
  • 09:34 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,32 USD/barel.
  • 09:32 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup melemah 1,33% pada level 6.157.
  • 09:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yen pada level 107,51 JPY/USD.
  • 09:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.772 USD/troy ounce.

Awas! India Bakal Kerahkan 3 Sistem Rudal Sekaligus, China Siap?

Awas! India Bakal Kerahkan 3 Sistem Rudal Sekaligus, China Siap?

Baca Juga

WE Online, New Delhi -

India mengerahkan tiga sistem pertahanan rudal sekaligus wilayahnya yang berbatasan dengan China di Ladakh, pegunungan Himalaya. Langkah militer New Delhi ini mengindikasikan perseteruan dengan Beijing terkait sengketa perbatasan semakin memanas.

Pengerahan sistem misil ini dilakukan akhir pekan lalu. Wilayah sengketa itu telah menjadi medan bentrok mematikan pasukan kedua negara pada 15 Juni lalu, di mana 20 tentara New Delhi tewas.

Baca Juga: Gak Mundur! Diam-diam India Dapat Kiriman Jet Tempur Prancis

Tiga senjata pertahanan yang dikerahkan antara lain sistem rudal Akash buatan India, Spyder buatan Israel, dan sistem rudal Pechora dan OSA-AK buatan Uni Soviet—negara yang terpecah-pecah dan kini bernama Rusia.

India dan China sama-sama meningkatkan kehadiran pasukan dalam jumlah besar yang mencakup tentara, pesawat tempur, helikopter, tank, dan artileri berat sejak insiden 15 Juni.

Kedua negara bersenjata nuklir itu saling tuding satu sama lain sebagai pelanggar perbatasan.

Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China telah mengaktifkan beberapa pangkalan di dekat Ladakh di Daerah Otonomi Tibet, di mana pesawat-pesawat tempur secara teratur menunjukkan kekuatan.

Sedangkan India, menurut sumber yang dikutip United Press International (UPI), Selasa (30/6/2020), telah memperkuat sisi perbatasannya dengan TANK howitzer M777 buatan Amerika Serikat (AS).

Lembah Galwan di Ladakh, lokasi bentrok pasukan India dan China, adalah tempat Garis Kontrol Aktual (LAC) yang diperebutkan. Itu merupakan garis demarkasi antara wilayah India dan China yang didirikan pada tahun 1962. Kedua negara bersenjata nuklir ini terikat perjanjian tidak boleh menggunakan senjata militer di LAC, sehingga dalam bentrok mematikan 15 Juni lalu tidak melibatkan senjata militer.

"Tidak ada perubahan dalam peraturan seperti itu," kata Letnan Jenderal Vinod Bhatia, mantan direktur jenderal operasi militer India. "Pihak kami hanya akan bereaksi terhadap provokasi dan jika terjadi keadaan luar biasa."

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Tag: India, Militer India, China (Tiongkok), Militer China, Konflik Perbatasan Negara

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Sindonews

loading...

Recommended Reading