Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Minggu, 05 Juli 2020

  • 09:36 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Euro pada level 1,1248 USD/EUR.
  • 09:35 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,2438 USD/GBP.
  • 09:34 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,32 USD/barel.
  • 09:32 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup melemah 1,33% pada level 6.157.
  • 09:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yen pada level 107,51 JPY/USD.
  • 09:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.772 USD/troy ounce.

Supplier Alat Kesehatan China Jadi Miliarder Dunia

Supplier Alat Kesehatan China Jadi Miliarder Dunia

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Pandemi corona telah mencetak kembali seorang miliarder asal China bernama Zhong Ming. Ia menjadi miliarder melalui perusahaannya, Kanji Medical Holding yang merupakan supplier alat kesehatan. Baru-baru ini saham perusahaannya naik dari 13,88 dolar Hongkong per lembar jadi 26,60 dolar Hongkong per lembar.

Dilansir dari Forbes di Jakarta, Selasa (30/6/2020) Kangji merupakan pemasok instrumen dan aksesori bedah invasif minimal, atau MISIA. Produk utamanya yakni trocars dan forceps.

Baca Juga: Wow! Pengusaha China Makin Kaya Berkat Buku Berusia 1.800 Tahun!

Pada tahun 2019, jumlah kegiatan operasi di rumah sakit yang membutuhkan alat kesehatan dari Kangji telah meningkat hingga 31,8%. Bahkan hingga 2024, jumlah operasi diprediksi akan meningkat hingga 49%.

Hal itulah yang membawa perusahaan mendapat permintaan lebih banyak dan berdampak pada kinerja perusahaan. Diproyeksi permintaan alat kesehatan akan meningkat hingga 17% dan akan bernilai 40,8 miliar yen pada 2025 mendatang.

Pada tahun 2019, saham Kangji meroket hingga 503 miliar yen dari 354 miliar yen. Adapun laba bersih yang ia dapatkan mencapai 206 miliar yen.

Akibat dari pandemi Covid-19, kondisi saham para pemasok farmasi dan bisnis kesehatan di CHina menjadi sorotan. Perusahaan China pun tercatat gencar mencari vaksin Covid-19 seperti Xiamen Innovax Biotech, yang bekerja sama dengan GlaxoSmithKline. Kemudian CanSino Biologics yang bekerja dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Militer Cina.

Dari sini terbukti bahwa China merupakan rumah dari miliarder kedua setelah Amerika Serikat.

Tag: miliarder, China (Tiongkok)

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Reuters/Aly Song

loading...

Recommended Reading