Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Kamis, 09 Juli 2020

  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,59% pada level 26.129.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,24% pada level 2.158.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,78% pada level 22.438.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 1,74% pada level 3.403.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,31% pada level 2.669.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,17% pada level 6.200.
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Yuan pada level 7,01 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,21% terhadap Dollar AS pada level 14.410 IDR/USD.

Amarah Meledak, Tangan Kiri Jokowi sampai Bergetar Hebat

Amarah Meledak, Tangan Kiri Jokowi sampai Bergetar Hebat

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Presiden Joko Widodo baru saja menghenyak Indonesia. Dia marah besar pada menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta.

Ada sebuah peristiwa langka terjadi saat Presiden Jokowi menumpahkan kemarahannya atas buruknya kinerja kementerian-kementerian Kabinet Indonesia Maju dalam menangani krisis yang melanda Indonesia saat pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Dalam rekaman video itu, sekitar menit ke-3, tampak tangan kiri Presiden Jokowi bergetar hebat. Terlihat jelas bagaimana Presiden sangat-sangat marah hingga tak bisa mengontrol getaran tangannya kala memegangi mimbar pidato.

Baca Juga: Terserah Reshuffle atau Gak, Sumber Masalahnya Itu Jokowi

Kejadian itu berlangsung ketika Presiden Jokowi membuka laporan kinerja para menteri yang dinilainya masih biasa-biasa saja di kondisi negara saat ini.

"Saya lihat kita ini yang masih biasa-biasa saja, saya jengkelnya di situ, ini apa enggak punya perasaan, suasana ini krisis," kata Jokowi.

Tampak Presiden Jokowi begitu terlarut dalam perasaan kecewa pada para menteri sehingga beberapa kali ekspresi jiwanya muncul dalam gestur gerak tangannya.

Dalam pidato itu, Jokowi mengatakan dalam tiga bulan ke belakang dan ke depan Indonesia masih dalam suasana krisis dan sudah seharusnya para menteri turut merasakan apa yang dirasakan rakyat di tengah kriris.

"Ada sense of crisis yang sama, hati-hati OECD, terakhir sehari dua hari yang lalu menyampaikan bahwa growth, pertumbuhan ekonomi dunia terkontraksi 6 bisa sampai ke 7,6 persen minusnya. Bank Dunia menyatakan bisa 5 persen, perasaan ini harus sama, kita harus ngerti ini," kata Jokowi.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Reshuffle

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/BPMI Setpres/Handout

loading...

Recommended Reading