Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Sabtu, 11 Juli 2020

  • 09:07 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 0,66% pada level 10.617.
  • 09:06 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 1,44% pada level 26.075.
  • 09:05 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup menguat 1,05% pada level 3.185.
  • 09:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup positif 0,76% pada level 6.095.
  • 09:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,25% terhadap Yen pada level 106,93 JPY/USD.
  • 09:00 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.798 USD/troy ounce.

Pakar: Jokowi Sama Saja Kecewa dengan Dirinya Sendiri

Pakar: Jokowi Sama Saja Kecewa dengan Dirinya Sendiri

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Telkom, Dedi Kurnia, mengomentari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang merasa kecewa dengan kinerja para menterinya di era pandemi Covid-19.

"Kekecewaan presiden pada menteri, sama saja kecewa pada diri sendiri," kata Dedi saat dihubungi Republika.co.id, Senin (29/6/2020).

Baca Juga: Ancaman Jokowi Buat Menteri-Menteri Tanpa Nyali Jadi Sorotan

Ia menilai pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyinggung soal perombakan atau reshuffle kabinet sebenarnya akan menunjukkan dilema Jokowi. Dengan memublikasikan rapat tersebut, Jokowi seolah mengakui dua hal.

"Pertama, gagal mengoordinasi kementerian yang sejak awal terlalu dibanggakan, baik formasi maupun tokoh-tokoh terpilih," ujar Dedi.

Kedua, Jokowi mengatakan, ada sikap jemawa dari para menteri yang merasa dipilih. Menurut dia, ada dua hal yang memicu lambannya kinerja, yakni menteri merasa dipilih karena berjasa dalam pemenangan atau merasa dekat dengan lingkaran Jokowi secara politis.

Persoalan lainnya, ia mengatakna, Jokowi gagal mengimplementasikan kepemimpinan kepala negara. Akibatnya, kata Dedi, kerja kabinet tidak terstruktur dan berjalan sendiri.

Kondisi tersebut, ia mengatakan, dapat dipicu dua hal, yakni Jokowi yang memulai periode kedua dengan menyatakan bahwa tidak ada visi misi menteri atau para menteri itu sama sekali tidak mendengar pesan Jokowi.

Menurut Dedi, para menteri harus kemukakan prestasi sekurang-kurangnya meyakinkan presiden jika rencana-rencana strategis kementerian segera tercapai paling tidak sebelum Agustus. Prestasi para menteri sebenarnya sederhana, yakni menjalankan kebijakan dengan imbas pada publik dan negara.

"Kementerian yang hanya habiskan waktu kunjungan dan pidato, ada baiknya mulai berkemas," tutur Dedi. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa kecewa dengan kinerja para menterinya di era pandemi Covid-19. Bahkan, Jokowi mengancam akan melakukan reshuffle para menterinya tersebut. 

Hal ini disampaikan Jokowi dalam rapat kabinet pada 18 Juni lalu tapi baru diunggah di Youtube Sekretariat Presiden, pada Minggu (28/6/2020) kemarin. Jokowi menumpahkan kegeramannya atas kelambanan kinerja para menteri dalam penanganan krisis pandemi Covid-19.

Bahkan, Jokowi mengatakan bisa saja dirinya melakuan reshuffle, termasuk membubarkan lembaga. Namun, dia tidak menjelaskan lembaga seperti apa yang berpotensi untuk dibubarkan.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Tag: Joko Widodo (Jokowi), COVID-19, Kabinet Indonesia Maju, Universitas Telkom

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/BPMI Setpres/Handout

loading...

Recommended Reading