Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Rabu, 08 Juli 2020

  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG menguat 1,30% di akhir sesi I.
  • 09:21 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup negatif 0,86% pada level 10.343.
  • 09:20 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,56 USD/barel.
  • 09:19 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,98 USD/barel.
  • 09:19 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,01% terhadap Euro pada level 1,1275 USD/EUR.
  • 09:18 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Poundsterling pada level 1,2552 USD/GBP.
  • 09:16 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif 0,13% pada level 25.943.
  • 09:15 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 1,51% pada level 25.890.
  • 09:14 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 0,35% pada level 2.156.
  • 09:14 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka positif 0,04% pada level 22.624.
  • 09:13 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka menguat 0,61% pada level 3.365.
  • 09:12 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka melemah 1,08% pada level 3.145.
  • 09:11 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka positif 0,35% pada level 2.670.
  • 09:09 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup negatif 1,53% pada level 6.189.
  • 09:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,11% terhadap Yuan pada level 7,02 CNY/USD.

Jokowi Marah-Marah, Istana Ramah-Ramah

Jokowi Marah-Marah, Istana Ramah-Ramah

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko meminta kepada publik untuk tidak perlu membesarkan video Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berisi arahan tegas kepada menteri Kabinet Indonesia Maju,

"Tidak terlalu substantif. Hanya pertimbangan teknis," katanya, Senin (29/6/2020).

Lanjutnya, dalam arahan tersebut Jokowi sempat menyinggung pembubaran lembaga hingga reshuffle Kabinet. Menurutnya, menteri hingga kepala lembaga harus merespons penekanan yang disampaikan Jokowi.

Baca Juga: Membaca Bahasa Tubuh Jokowi, Pakar: Marahnya Beneran...

Baca Juga: Kemarin Marah-Marah, Sekarang Jokowi Ingatkan Menteri: Jangan..

"Presiden memandang perlu adanya semangat bersama mengatasi Covid-19. Presiden khawatir para pembantu ada yang merasa saat ini situasi normal. Untuk itu diingatkan, ini peringatan kesekian kali. Peringatan ya adalah ini situasi krisis yang perlu ditangani secara luar biasa. Penanganan yang tidak cukup biasa-biasa, linear tapi seorang pemimpin dari lembaga harus mengambil langkah efektif, efisien, dan tepat sasaran," ujarnya.

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Reshuffle, Moeldoko, Kabinet Indonesia Maju

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

loading...

Recommended Reading