Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Minggu, 05 Juli 2020

  • 09:36 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Euro pada level 1,1248 USD/EUR.
  • 09:35 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,2438 USD/GBP.
  • 09:34 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,32 USD/barel.
  • 09:32 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup melemah 1,33% pada level 6.157.
  • 09:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yen pada level 107,51 JPY/USD.
  • 09:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.772 USD/troy ounce.

Jokowi Kali Ini Marahin Kementerian Terawan: Jangan Bertele-tele!

Jokowi Kali Ini Marahin Kementerian Terawan: Jangan Bertele-tele!

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Presiden Jokowi meminta rantai birokrasi selama penanganan Covid-19 dipersingkat. Ia tak ingin lagi melihat pelayanan terhadap pasien maupun keluarga korban yang wafat akibat virus tersebut terkesan lamban.

"Selanjutnya saya minta agar pembayaran reimbursement untuk pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan Covid ini dipercepat pencairannya. Jangan sampai ada keluhan. Misalnya yang meninggal itu harus segera, bantuan santunan itu mestinya begitu meninggal harus keluar," kata Jokowi dalam rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/6/2020).

"Prosedurnya di Kementerian Kesehatan betul-betul bisa dipotong. Jangan sampai bertele-tele," tambahnya.

Baca Juga: Disindir Jokowi, Terawan Cuman Manggut-manggut

Menurut Jokowi, permasalahan yang diketahui olehnya mengenai pelaksanaan uji medis baik dengan metode rapid test maupun PCR atau polymerase chain reaction untuk mengetahui seseorang terinfeksi virus. Masyarakat, kata dia, perlu disosialisasikan pentingnya mengikuti tes.

"Ini karena apa? Mungkin datang-datang pakai PCR, datang-datang rapid test, belum ada penjelasan terlebih dahulu, sosialisasi dulu ke masyarakat yang akan didatangi. Sehingga yang terjadi adalah penolakan," ujarnya.

Masalah lain yang ditemukan Jokowi agar segera dibereskan oleh anak buahnya adalah kasus mengenai pengurusan jenazah. Beberapa kasus ditemukan keluarga pasien memaksa mengurusi jenazah sendiri dan tidak mengikuti protokol kesehatan.

Lagi-lagi mantan Wali Kota Solo ini bilang, permasalahan yang kerap muncul di sejumlah daerah lantaran terjadinya miskomunikasi.

"Pelibatan tokoh-tokoh agama, masyarakat, rohaniawan, sosiolog, antropolog dalam komunikasi publik harus secara besar-besaran kita libatkan. Sehingga jangan sampai terjadi lagi merebut jenazah yang jelas-jelas Covid-19 oleh keluarga," kata dia.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Reshuffle, Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

loading...

Recommended Reading