Kisruh Pembakaran Bendera PDIP, Kenapa Mega-Jokowi Masih Bungkam?

Kisruh Pembakaran Bendera PDIP, Kenapa Mega-Jokowi Masih Bungkam? Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Buntut pembakaran bendera PDIP, kader-kader banteng di pusat dan daerah terus bergerak. Turun ke jalan. Ramai-ramai datangi kantor polisi mendesak si pembakar ditangkap dan diadili.

Menteri dari PDIP, anggota DPR dari PDIP, kepala daerah dari PDIP, dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, juga sudah bereaksi keras. Namun, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Jokowi yang juga sama-sama kader banteng, belum bicara apa-apa. Kenapa ya?

Ditanya soal ini, politikus senior PDIP Hendrawan Soepratikno merespons dengan mengirimkan suratĀ  perintah yang ditandatangani Mega pada Kamis (25/6) kemarin. Menurut Hendrawan, surat perintah itu sudah cukup untuk menunjukkan sikap Mega terhadap pembakaran bendera partai. Juga, cukup untuk menahan amarah para kader.

Baca Juga: Awas Ribuan Banteng PDIP Ngamuk, Ancamannya Gak Main-main

"Media inginnya ketum kami seperti Donald Trump? Bagi kami itu sudah cukup. Kader kami paham dengan akar dan sinyal-sinyal kultural," ujarĀ  Hendrawan saat dihubungi kemarin.

Dia memandang Jokowi tidak perlu memberikan pernyataan soal pembakaran bendera itu. Hendrawan memastikan, PDIP tetap tenang. "Kami tetap tenang karena fokus kami saat ini membangun gotong royong berskala besar (GRBB) untuk mengatasi pandemi Covid-19," tuturnya.

Anggota DPR ini meminta masyarakat tak mudah terpancing dengan isu kambuhan untuk mendistorsi sejarah dan mengoyak persatuan bangsa. "Substansi retorika yang dikembangkan ini dangkal, ilusif dan disintegratif. Kita hadapi dengan politik pencerahan dan politik kebangsaan untuk Indonesia maju," tutup dia.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah. Kata dia, Mega sudah cukup merespons insiden pembakaran bendera itu dengan mengeluarkan surat instruksi. "Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri telah merespons dengan cara yang tegas tetapi arif bijaksana," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini