Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Sabtu, 11 Juli 2020

  • 09:07 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 0,66% pada level 10.617.
  • 09:06 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 1,44% pada level 26.075.
  • 09:05 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup menguat 1,05% pada level 3.185.
  • 09:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup positif 0,76% pada level 6.095.
  • 09:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,25% terhadap Yen pada level 106,93 JPY/USD.
  • 09:00 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.798 USD/troy ounce.

Kisruh Pembakaran Bendera PDIP, Kenapa Mega-Jokowi Masih Bungkam?

Kisruh Pembakaran Bendera PDIP, Kenapa Mega-Jokowi Masih Bungkam?

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Buntut pembakaran bendera PDIP, kader-kader banteng di pusat dan daerah terus bergerak. Turun ke jalan. Ramai-ramai datangi kantor polisi mendesak si pembakar ditangkap dan diadili.

Menteri dari PDIP, anggota DPR dari PDIP, kepala daerah dari PDIP, dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, juga sudah bereaksi keras. Namun, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Jokowi yang juga sama-sama kader banteng, belum bicara apa-apa. Kenapa ya?

Ditanya soal ini, politikus senior PDIP Hendrawan Soepratikno merespons dengan mengirimkan surat  perintah yang ditandatangani Mega pada Kamis (25/6) kemarin. Menurut Hendrawan, surat perintah itu sudah cukup untuk menunjukkan sikap Mega terhadap pembakaran bendera partai. Juga, cukup untuk menahan amarah para kader.

Baca Juga: Awas Ribuan Banteng PDIP Ngamuk, Ancamannya Gak Main-main

"Media inginnya ketum kami seperti Donald Trump? Bagi kami itu sudah cukup. Kader kami paham dengan akar dan sinyal-sinyal kultural," ujar  Hendrawan saat dihubungi kemarin.

Dia memandang Jokowi tidak perlu memberikan pernyataan soal pembakaran bendera itu. Hendrawan memastikan, PDIP tetap tenang. "Kami tetap tenang karena fokus kami saat ini membangun gotong royong berskala besar (GRBB) untuk mengatasi pandemi Covid-19," tuturnya.

Anggota DPR ini meminta masyarakat tak mudah terpancing dengan isu kambuhan untuk mendistorsi sejarah dan mengoyak persatuan bangsa. "Substansi retorika yang dikembangkan ini dangkal, ilusif dan disintegratif. Kita hadapi dengan politik pencerahan dan politik kebangsaan untuk Indonesia maju," tutup dia.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah. Kata dia, Mega sudah cukup merespons insiden pembakaran bendera itu dengan mengeluarkan surat instruksi. "Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri telah merespons dengan cara yang tegas tetapi arif bijaksana," tuturnya.

Partner Sindikasi Konten: Rakyat Merdeka

Tag: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, Joko Widodo (Jokowi), Alumni 212

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

loading...

Recommended Reading