Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Sabtu, 11 Juli 2020

  • 09:07 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 0,66% pada level 10.617.
  • 09:06 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 1,44% pada level 26.075.
  • 09:05 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup menguat 1,05% pada level 3.185.
  • 09:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup positif 0,76% pada level 6.095.
  • 09:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,25% terhadap Yen pada level 106,93 JPY/USD.
  • 09:00 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.798 USD/troy ounce.

Please, Hati-Hati! Ini 3 Lokasi yang Bisa Jadi Klaster Baru Covid-19

Please, Hati-Hati! Ini 3 Lokasi yang Bisa Jadi Klaster Baru Covid-19

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Saat new normal diberlakukan, itu berarti kehidupan akan berjalan seperti biasanya. Pembedanya adalah masyarakat mesti menaati protokol kesehatan supaya tetap terjaga dari paparan virus corona.

Karena lini kehidupan sudah kembali berjalan seperti biasanya, itu kenapa pusat perbelanjaan sudah buka, tempat nongkrong sudah didatangi, pun lokasi wisata dipadati orang-orang.

Baca Juga: Inikah Sistem Pendidikan Ideal di Masa New Normal?

Menjadi catatan penting adalah saat berada di fasilitas umum, Anda mesti menjaga jarak aman antar-orang dengan tujuan meminimalisasi terpapar virus corona. Ketika Anda bandel, besar kemungkinan lokasi tersebut akan menjadi klaster baru Covid-19.

Nah, Kementerian Kesehatan melalui Jubir Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menerangkan bahwa ada 3 lokasi baru yang berpotensi jadi klaster Covid-19. Dilansir dari laman Sehat Negeriku Kemenkes, di mana saja lokasi baru itu?

1. Kantor

Setidaknya ada 3 hal yang harus dicermati saat masyarakat akan kembali produktif di kantor. Pertama, tentang pengisian jumlah orang agar pekerja bisa jaga jarak 1,5 meter. Kedua, kontak dekat yang lama berpeluang terjadi penularan, maka jaga jarak dan tetap memakai masker di tempat kerja mutlak dilakukan.

Ketiga ialah mengatur sirkulasi udara, penggunaan pendingin udara sebaiknya tidak dilakukan terus menerus, mungkin bisa digunakan di jam-jam tertentu, serta diupayakan setiap hari udara diganti dengan udara segar.

"Tentunya ini akan sangat dipengaruhi design ruangan atau rumah, upayakan ini bisa dilakukan termasuk-ruangan di rumah kita," kata Yuri belum lama ini.

2. Restoran

Yuri menilai, penularan di rumah makan dipengaruhi oleh kepentingan dan waktu yang sama, misal makan siang. Inilah yang menyebabkan para pengunjung sulit menerapkan jaga jarak aman.

3. Transportasi umum

Untuk mengatur volume penumpang di sarana transportasi massal, pemerintah telah menerbitkan Surat Edaran No.8 Tahun 2020 tentang Pengaturan Jam Kerja Pada Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat yang Produktif dan Aman dari COVID-19 di Wilayah Jabodetabek.

SE tersebut mengatur jam kerja ASN, pegawai BUMN, pegawai swasta dalam 2 gelombang. Gelombang pertama 07.00 WIB-07.30 WIB sampai 15.00 WIB-15.30 WIB, sedangkan gelombang kedua 10.00 WIB-10.30 WIB sampai 18.00 WIB-18.30 WIB.

"Ini untuk memastikan kapasitas commuter bisa diisi dengan memenuhi prasyarat aman untuk menjaga jarak," terangnya.

Yuri menekankan, kebijakan new normal harus dimaknai secara bijak. Pembukaan sektor maupun daerah tertentu harus difokuskan untuk menggerakkan roda perekonomian sehingga masyarakat dapat kembali produktif, tetapi tetap aman dari Covid-19. Oleh karenanya, protokol kesehatan mutlak dilakukan.

"Ini yang harus kita maknai bersama bahwa aktivitas di luar rumah hanya untuk kepentingan produktivitas kita, bukan berarti kepentingan-kepentingan yang bisa ditunda masih kita paksakan untuk dilakukan. Oleh karena itu, tetap di dalam rumah dan keluar rumah hanya untuk hal produktif," imbau Yuri.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Tag: Virus Corona, COVID-19, The New Normal

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha

loading...

Recommended Reading