Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Jum'at, 03 Juli 2020

  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,99% pada level 25.373.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,80% pada level 2.152.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,72% pada level 22.306.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 2,01% pada level 3.152.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,59% pada level 2.652.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,40% pada level 6.215.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,01% terhadap Yuan pada level 7,06 CNY/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 1,01% terhadap Dollar AS pada level 14.522 IDR/USD.

Keras Orang Demokrat Sindir Tengku Zul: Aduh Zul, Kalian Cuma Memperalat Pancasila Demi..

Keras Orang Demokrat Sindir Tengku Zul: Aduh Zul, Kalian Cuma Memperalat Pancasila Demi..

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyindir cuitan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain alias Tengku Zul, terkait BPIP, Lemhanas, BIN, dan Kapolri, bahkan Panglima TNI yang belum berkomentar soal Pancasila.

Bahkan, dalam cuitannya, Tengku Zul mempertanyakan kenapa sejumlah lembaga negara belum berkomentar adanya pihak yang ingin mengubahl Pancasila.

"BPIP, LEMHANAS, BIN, dan Kapolri, bahkan Panglima TNI belum ada komentar atau bicara masalah Pancasila mau diubah jadi Ekasila alias Gotong Royong secara permanen jadi UU Negara. Ada apa dengan anda semua...? Kami seluruh rakyat NKRI mencatat semuanya dalam sejarah NKRI. Paham?," tulis Tengku Zul, Jumat (26/6) kemarin.

Baca Juga: Duh, Wakil MUI Mulai Banding-bandingkan SBY dengan Jokowi, Sampai Bilang: Negarawan Memang Beda

Baca Juga: Geger Tagar #PecatTengkuzulDariMUI, Eh Tengku Zul Bersilat Lidah...

Terkait itu, Ferdinand pun menjelaskan kepada Tengku Zul, bahwa BIN, Kapolri dan Panglima TNI dilarang berpolitik praktis.

Lanjutnya, ia mengingatkan kepada Tengku Zul untuk tidak menggiring lembaga-lembaga negara untuk berpolitik.

"Zul.! BIN, KAPOLRI, PANGLIMA TNI, dilarang berpolitik praktis. RUU HIP ini adalah ranah politik praktis, jadi jangan giring lembaga2 negara yang dilarang berpolitik itu utk berpolitik. Dari cuitan ini sy makin yakin, kalian hanya sedang memperalat PANCASILA untuk tujuan politik," tulis Ferdinand.

Tag: Tengku Zulkarnain, Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Majelis Ulama Indonesia (MUI), RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: IG @tengkuzulkarnain.id

loading...

Recommended Reading