Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2020

  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,06% di akhir sesi I.
  • 09:20 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,52% terhadap Dollar AS pada level 14.415 IDR/USD.
  • 09:19 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yen pada level 107,36 JPY/USD.
  • 09:17 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 2,21% pada level 10.433.
  • 09:16 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,44 USD/barel.
  • 09:16 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,88 USD/barel.
  • 09:15 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Euro pada level 1,1316 USD/EUR.
  • 09:14 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Poundsterling pada level 1,2500 USD/GBP.
  • 09:12 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka menguat 0,05% pada level 26.352.
  • 09:12 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup menguat 1,78% pada level 26.287.
  • 09:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka melemah 0,36% pada level 2.180.
  • 09:10 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka melemah 0,65% pada level 22.566.
  • 09:09 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka menguat 0,95% pada level 3.364.
  • 09:08 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 1,59% pada level 3.179.
  • 09:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka positif 0,08% pada level 2.691.

Hasto: Serangan ke PDIP Ingin Ganggu Pemerintahan Jokowi

Hasto: Serangan ke PDIP Ingin Ganggu Pemerintahan Jokowi

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan sikap partainya yang menempuh jalur hukum terkait dibakarnya bendera PDIP saat ada demonstrasi menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan Gedung DPR, Rabu 24 Juni 2020.

Menurut Hasto, PDIP kembali menegaskan bahwa jalur hukum selalu ditempuh partai meski partai sering dikuyo-kuyo, dikepung, dan dipecah belah dengan stigma lama.

Baca Juga: Soal Pelaporan Pembakar Bendera PDIP, Polda Metro Jaya: Belum Ada

"Saya teringat ketika konsolidasi dilakukan pascaperistiwa Kudatuli 27 Juli 1996. Saat itu ada yang mengusulkan untuk melakukan perlawanan terhadap rezim. Namun, Ibu Megawati Soekarnoputri mengambil langkah yang mengejutkan, yakni membentuk Tim Pembela Demokrasi dan melakukan gugatan di lebih dari 267 kabupaten kota," kata Hasto dalam rilisnya, Jumat (26/6/2020).

Hasto mengatakan, saat itu ada yang memprotes langkah hukum tersebut mengingat seluruh kekuasaan hukum dan kehakiman tunduk pada pemerintahan otoriter yang antidemokrasi. Dirinya ingat betul bagaimana Megawati menegaskan dengan penuh keyakinan, 'Masak di yantara lebih dari 267 Kabupaten/kota tidak ada satu pun hakim atau jaksa atau polisi yang tidak punya hati nurani'.

Keyakinannya terbukti, seorang hakim yang bernama Tobing di Riau memenangkan gugatan PDI dan posko gotong royong berdiri spontan. Inilah cermin dukungan rakyat. "Itulah esensi kekuatan moral," jelasnya.

Atas dasar keyakinan yang sama, lanjut Hasto, kini pihaknya menempuh jalan hukum tersebut. "Indonesia itu milik semua, bukan milik sekelompok orang. Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin itu pemimpin yang selalu berdialog dan mendengarkan aspirasi rakyat. Serangan ke PDI Perjuangan punya tujuan lebih jauh, mengganggu pemerintahan Pak Jokowi. Untuk itu, PDI Perjuangan menegaskan bahwa dialog dan musyawarah kita kedepankan, tetapi jangan uji kesabaran revolusioner kami."

Hasto menegaskan, seluruh anggota dan kader PDIP itu satu komando. "Kami Nasionalis-Soekarnois yang selalu berjuang untuk bangsa dan negara. Kami dididik untuk mencintai negara ini lebih dari segalanya dan membangun persaudaraan sebagai saudara sebangsa dan setanah air, untuk Indonesia yang satu."

Dia juga mengatakan, seluruh kader PDIP terus berdisiplin. "Kita kedepankan semangat persaudaraan dan rekonsiliasi, sebagaimana ketika Ibu Megawati menyerukan 'Setop Hujat Pak Harto', meski rakyat tahu, bagaimana keluarga Bung Karno selalu dipinggirkan, namun rakyat selalu menempatkan sosok Bung Karno sebagai sosok pembebas, Proklamator dan Bapak Bangsa Indonesia."

Terakhir, Hasto menegaskan, bagi PDIP, politik itu menebar kebaikan dan membangun optimisme. "Prioritas utama kami saat ini adalah membantu rakyat akibat Covid-19," pungkasnya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Tag: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Politik, Joko Widodo (Jokowi), Maruf Amin, Megawati Soekarnoputri

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

loading...

Recommended Reading