Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Senin, 13 Juli 2020

  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,25% pada akhir sesi I.
  • 09:32 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka menguat 0,32% pada level 25.809.
  • 09:31 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka positif 0,46% pada level 3.398.
  • 09:30 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Yuan pada level 7,00 CNY/USD.
  • 09:30 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,45% terhadap Dollar AS pada level 14.370 IDR/USD.
  • 09:00 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,58% di awal sesi I.
  • 08:29 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,27 USD/barel.
  • 08:29 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,96 USD/barel.
  • 08:28 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,18% terhadap Euro pada level 1,1320 USD/EUR.
  • 08:27 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,21% terhadap Poundsterling pada level 1,2646 USD/GBP.
  • 08:26 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka menguat 1,03% pada level 2.172.
  • 08:26 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka menguat 1,65% pada level 22.659.
  • 08:25 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka positif 0,06% pada level 2.654.
  • 08:25 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Yen pada level 106,84 JPY/USD.
  • 08:24 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.803 USD/troy ounce.

Hadang Langkah Anies di Pilpres 2024, Kubu Pro-Jokowi Munculkan Tokoh Tandingan

Hadang Langkah Anies di Pilpres 2024, Kubu Pro-Jokowi Munculkan Tokoh Tandingan

Baca Juga

WE Online, Jakarta -

Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 masih lama, tapi nama-nama calonnya sudah muncul. Ada usaha melakukan branding diri untuk mendapatkan dukungan.

Nama-nama yang beredar sekarang didominasi kepala daerah seperti Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, dan Khofifah Indar Parawansa. Di level nasional, ada nama Prabowo Subianto, Sandiaga Salahuddin Uno, dan Erick Thohir.

Baca Juga: Prabowo Dijodohkan sama Sahabat Sandi: Top Deh Capres Wapres 2024

Pengamat politik Anang Sujoko mengatakan, munculnya nama-nama itu karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak bisa mencalonkan diri lagi pada 2024. Kedua, terkait dengan proses personal branding.

"Jadi ada proses branding terhadap sosok tertentu harus segera dibangun. Disadari proses kehadiran Jokowi saat itu tidak dengan proses yang sebentar," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Jumat (26/6/2020).

Pagebluk Covid-19 bahkan makin menguatkan munculnya calon presiden (capres). Hal ini, menurut Anang, tidak terlepas dari penilaian publik terhadap Jokowi yang dianggap lemah dalam menangani penyebaran Covid-19.

Di sisi lain, ada nama-nama kepala daerah yang dinilai berhasil menangani pagebluk Covid-19, seperti Anies Baswedan. Gubernur DKI Jakarta itu kerap dibanding-dibandingkan dengan Jokowi.

Dosen Universitas Brawijaya itu menuturkan, saat ini ada usaha memunculkan tokoh tandingan dari kubu pro-Jokowi. Tokoh yang sedang dielus-elus untuk menandingi Anies adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang tidak lain kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

"Itu yang menyebabkan kekhawatiran Anies Baswedan menjadi calon yang sangat kuat. Perlu munculkan (calon) dari kubu yang lain," terangnya.

Pertarungan menuju 2024 tentunya membutuhkan napas yang kuat dan panjang. Anang menjelaskan, para calon itu harus tetap fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Ini akan berdampak pada elektabilitas dan macam-macam. Jadi jangan sakiti masyarakat dengan janji-janji," ucapnya.

Tiket untuk maju dalam pilpres di Indonesia hanya bisa melalui partai politik. Untuk itu, yang akan menentukan pilihan parpol terhadap sosok-sosok tertentu adalah elektabilitas. "Parpol kalau fair harus mempunyai pemimpin yang moralitasnya tinggi. Bukan popularitas semata. Elektabilitas harus dibangun dengan benar," pungkas Anang.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Tag: Pemilu Presiden (Pilpres), Anies Baswedan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo (Jokowi), Ganjar Pranowo

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Risky Andrianto

loading...

Recommended Reading